Korupsi di Kalsel

Satu Lagi Tersangka Korupsi PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari Jalani Tahap II, Tersangka Tak Ditahan

Satu lagi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pada PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari diserahkan penyidik ke penuntut Umum Kejari Banjarmasin

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
Penkum Kejati Kalsel untuk BPost
Asisten Tindak Pidana Khusus, Dwianto Prihartono menjelaskan perkembangan kasus dugaan korupsi PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari di Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menyusul tersangka berinsial AP dan MS, satu lagi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pada PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Shipyard Banjarmasin diserahkan penyidik ke penuntut umum Kejari Banjarmasin

Tersangka tersebut berinisial L yang merupakan salah satu oknum pelaksana proyek pekerjaan pembangunan graving Dock atau dok kolam pada PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Shipyard Banjarmasin.

Penyerahan tersangka berinisial L beserta barang bukti (Tahap II) itu dilakukan oleh penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Kalsel, Jumat (2/9/2022).

"Tahap II dilaksanakan menindaklanjuti berkas perkara dinyatakan P21 (lengkap) berdasarkan surat nota dinas nomor ND –77/0.3.5/Ft.1/07/2022 tanggal 1 Juli Tahun 2022," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kalsel, Romadu Novelino.

Dalam berkas perkara, tersangka L dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, subsidiair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Meskipun demikian, sama seperti dua tersangka sebelumnya yang telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum, L juga tak ditahan. 

Alasannya selain ada jaminan dari pihak keluarga, L yang sudah berstatus tersangka sejak Bulan Juli Tahun 2021 itu kata Novel bersikap kooperatif. 

Saat itu, L bersama AP dan MS yang juga telah dilakukan Tahap II serta satu tersangka lagi berinisial S diduga melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut pada proyek PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Shipyard Banjarmasin berpagu Rp 18 miliar. 

Proyek pekerjaan itu diketahui dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2018 berlokasi di lokasi lahan yang dikelola perusahaan berplat merah tersebut yakni di Jalan Ir P Moch Noor, Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat, Banjarmasin, Kalsel. 

Pada berkas perkara ini, hasil koordinasi Jaksa Penyidik dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperkirakan kerugian negara yang timbul sebesar Rp 5,7 miliar. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved