Selebrita

Penampakan 'Adik Tiri' Rayyanza yang Diadopsi Nagita Raffi Ahmad di AS, Baim Wong Bereaksi

Akhirnya Rafathar dan Rayyanza memiliki adik. Ini setelah Nagita Slavina, istri Raffi Ahmad, mengadopsi bayi kala di New York. Baim Wong syok melihat.

Editor: Murhan
YouTube RANS Entertainment
Nagita Slavina memperlihatkan boneka bayi adopsinya pada Raffi Ahmad. 

Saat disodorkan, Raffi Ahmad malah menjauh.

Simak video selengkapnya: KLIK

Baca juga: Kabar Kalina Usai Jadi Janda Vicky Prasetyo, Kini Ibu Azka Corbuzier Bersiap Jadi Pejabat Publik

Baca juga: Gaji Karyawan Atta Halilintar Jadi Tanggungjawab Ameena Putri Aurel, Lihat Reaksi Cucu Krisdayanti

Tren Adopsi Boneka, Ini Kata Pakar Unair

Akhir-akhir ini, jagat hiburan digemparkan dengan tren adopsi spirit doll atau boneka arwah.

Boneka yang hanya sebagai benda mati, tapi sebagian orang menjadikannya seperti makhluk hidup.

Beberapa orang tersebut bahkan tidak segan untuk merawat para spirit doll layaknya seorang bayi.

Melihat adanya fenomena ini, membuat Dosen Fakultas Psikologi Unair, Prof. Nurul Hartini angkat bicara.

Dia menyebut tindakan tersebut telah mengarah kepada perilaku yang tidak wajar.

"Ketika seseorang menganggap boneka tersebut hidup dan percaya bahwa mereka akan bertumbuh besar, maka hal itu telah keluar dari batas akal sehat. Perilaku tersebut menjadi keanehan tersendiri yang disebabkan oleh berbagai faktor," ucap Prof. Nurul melansir laman Unair, Kamis (6/1/2022).

Salah satu faktor yang mungkin ada, yakni mengikuti tren di kalangan selebritis.

"Bisa jadi mereka hanya mencari sensasi agar popularitasnya naik," kata Prof. Nurul.

Meskipun demikian, segala sesuatu tetap ada batasnya agar justru tidak merugikan kesehatan mental.

Karena, apabila perilaku tersebut dibiarkan terjadi secara terus-menerus, maka akan berdampak terhadap kondisi kesehatan mental seseorang.

Jika ketidakwajaran itu tidak segera dihentikan, sambung dia, maka berisiko pada keadaan psikopatologinya (ketidakstabilan fungsi kejiwaan yang meliputi indera, kognisi, dan emosi).

"Segala kondisi berisiko harus ditangani sedini mungkin agar tidak semakin sulit untuk mengembalikan kepada kondisi yang rasional dan realistis," tegas dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved