Kriminalitas Kotabaru

Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kotabaru Kalsel Temukan Sabu Dalam Botol Shampo

Petugas Lapas Kotabaru, Kalsel, temukan sabu di dalam botol sampo untuk oknum warga binaan. Barang bukti diserahkan ke Polres Kotabaru.

Penulis: Herliansyah | Editor: Alpri Widianjono
DOK BPOST
Kepala Lapas Kotabaru Kelas IIA di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Yosef Benyamin Yembise. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Petugas Lembagas Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIA Kotabaru di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terus berupaya mencegah masuknya barang terlarang.

Upaya itu dilakukan dengan memperketat penjagaan dan pemeriksaan barang.

Upaya ini kembali membuahkan hasil. Terbukti dengan keberhasilan petugas yang kembali menggagalkan penyelundupan barang terlarang diduga narkotika jenis sabu ke dalam Lapas Kotabaru.

Kali ini upaya penyeludupan dilakukan dengan modus barang titipan melalui salah satu jasa pengiriman barang.

Baca juga: Kosan Digerebek BNNK, Empat Pemuda di Tanahlaut Kalsel Gagal Pesta Sabu, Satu Berstatus Pelajar

Baca juga: Terdampak Kenaikan Harga BBM, Kini Semen di Banjarmasin Capai Rp 78 Ribu Per Sak

Untuk mengelabui petugas, pemilik memasukkan sabu ke dalam botol salah satu merk shampo yang dialamatkan kepada oknum salah satu warna binaan.

Tidak terlepas dari kepekaan petugas pengamanan di pintu utama bersama-sama petugas Kamtib. Temuan sabu-sabu setelah dilakukan pemeriksaan sesuai SOP.

Alhasil, temuan itu kemudian diserahkan ke Polres Kotabaru untuk pengembangan lebih lanjut.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabaru, Yosef Benyamin Yembise, mengapresiasi penuh kesigapan jajarannya yang melakukan pengagalan upaya penyelundupan narkoba ini.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan 7 Skuter Listrik, Gerobak dan 2 Motor di Kabupaten Tapin Kalsel

Baca juga: Bawa Sabu dan Sajam saat Memancing di Sungai, Grandong Diciduk Personel Polsek Liang Anggang

"Apresiasi saya sampaikan kepada jajaran kami yang telah menerapkan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban salah satunya dengan memastikan bahwa seluruh barang titipan telah diperiksa dan tidak terdapat barang terlarang yang dapat lolos masuk ke dalam Lapas," katannya.

Upaya deteksi dini gangguan keamanan ini, lanjut dia, merupakan bagian dari tiga langkah pemasyarakatan maju yang merupakan program Direktorat Jenderal Pemasyarakatan gagasan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga.

" Lapas Kotabaru berkomitmen penuh terhadap upaya pemerintah untuk memberantas peredaran gelap narkoba di Indonesia. Untuk itu kami harap dukungan dari warga masyarakat untuk mewujudkan Indonesia bebas dari narkoba demi masa depan anak-anak kita yang cerah," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved