Berita Banjarmasin

Harga BBM Naik, Petani di Kalsel Merasa Semakin Tercekik

Dampak kebijakan baru pemerintah menaikkan BBM tersebut membuat petani di Kalsel kesulitan menjalankan operasional.

banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki
Persawahan di Jaro, Tanjung, Kabupaten Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kenaikan harga BBM dirasa sangat mencekik para petani di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dampak dari kebijakan baru pemerintah tersebut membuat petani kesulitan untuk menjalankan operasional.

Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalsel, Dwi Putra Kurniawan bilang, dalam menjalankan mesin dan alat-alat pertanian, banyak bergantung pada BBM.

“Mulai dari menyiapkan lahan pertanian dengan mesin bajak atau hand traktor sampai panen seperti padi yang menggunakan mesin combine,” katanya, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Satu Lagi Tersangka dan Barang Bukti Kasus Korupsi PT Kodja Bahari Diserahkan ke Penuntut Umum

Baca juga: Ormas Laung Kuning Bertandang ke Komisi IV DPRD Kalsel, Budaya Banjar Harus Tetap Lestari

Belum lagi, kata Dwi, petani cukup kesulitan mendapatkan BBM di SPBU akibat adanya aturan baru.

“Beli saja antre dan tidak bisa pakai jerigen, masa petani harus bawa mesin bajak dan traktor ke SPBU,” singgungnya.

Dwi mengatakan kondisi tersebut berbanding terbalik dengan harga pangan produk petani.

Saat harganya naik, pemerintah langsung mengintervensi untuk menurunkannya.

“Sehingga lagi-lagi petani dirugikan oleh dua kebijakan itu,” ujarnya.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah Aruh Sastra 2022, Tanahlaut Bakal Ajak Peserta Plesiran di Lokasi Wisata Ini

Baca juga: Kerusakan Jalur Tambangulang-Banyuirang Diperbaiki, Dinas PU Tanahlaut Sebut Masih Tambal Sulam

Dilanjutkan Dwi, jika pemerintah patuh dan taat pada UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, seharusnya para petani dibantu.

Seperti dengan BBM gratis.

Mengingat, kata dia, petani selama ini yang sangat berkontribusi pada penyedia pangan di tanah air.

“Jangan jadikan petani sebagai manusia yang selalu tertindas oleh kebijakan negara yang dikelola oleh pemerintahnya yang ugal-ugalan ini,” tegasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved