Religi

Buya Yahya Terangkan Tentang Mandi Sunnah Jumat, Berikut Niatnya Sebelum Mengguyur Tubuh

Buya Yahya berikan penjelasan mengenai mandi sunnah Jumat sebelum ke masjid. Simak juga niat mandinya sebelum mengguyur tubuh

Editor: Irfani Rahman
capture kanal youtube Al-Bahjah TV
Buya Yahya. Simak penjelasan mengenai mandi sunnah Jumat 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebelum menunaikan Shalat Jumat, kaum muslimin di sunnahkah untuk mandi sunnah Jumat. Buya Yahya beri penjelasan mengenai mandi sunnah Jumat.

Hari ini Jumat 30 September 2022. Kaum laki-laki akan menunaikan Shalat Jumat.

Buya Yahya memberikan penjelasan tentang mandi sunnah Jumat sebelum berangkat ke masjid.

Berikut ini penjelasan pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah tentang mandi sunnah Jumat.

Baca juga: Larangan-larangan di Bulan Rabiul Awal, Buya Yahya Tegaskan Harus Berhusnudzon kepada Allah SWT

Baca juga: Keistimewaan Rutin Mengerjakan Shalat Dhuha, Ustadz Adi Hidayat Terangkan Waktu Pengerjaannya

Menurut Buya Yahya, mandi sunnah Jumat mempunyai keutamaan.

Hari Jumat adalah hari istimewa bagi kaum muslimin. Di hari ini kaum laki-laki juga akan menunaikan Shalat Jumat.

Nah sebelum menunaikan ibadah Shalat Jumat baiknya kita menunaikan mandi sunnah Jumat.

Terdapat amalan-amalan sunnah yang baik dikerjakan menjelang Shalat Jumat, Buya Yahya menjelaskan Mandi Sunnah di Hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri.

"Mandi Sunnah sebelum Shalat Jumat memiliki aturan dan cara mandinya," ujar Buya Yahya dikutip dari unggahan Instagram pribadinya @buyayahya_albahjah.

Buya Yahya menjelaskan barang siapa yang melakukan mandi di hari Jumat maka mandinya seperti mandi saat dia junub, menguyur sekujur tubuhnya, namun niatnya adalah sunnah.

Bagi orang yang mandi junub dalam mahzab Imam Syafii, ada sebagian orang yang waktu itu sekaligus mandi sunnah.

Baca juga: Hal-Hal yang Diperhatikan Sebelum Menikah, Ustadz Khalid Basalamah Sebut Harus Sabar Sikapi Cobaan

Dalam pendapat tersebut ada dua pendapat, ia punya junub karena mengauli istrinya dan setelah itu ia mandi besar, kalau dalam mahzab kita Imam Syafii ia sudah mendapatkan kesunnahan, karena tujuannya adalah mandi.

"Sebagian lain mengatakan tidak, harus ada dulu niatnya. Disamping kita niat mandi besar, maka boleh niat, sunnah mandi Jumat, ini berbeda dengan shalat," kata Buya Yahya.

Apabila shalat fardhu digabung dengan shalat sunnah, tidak boleh puasa fardhu digabung dengan puasa sunnah, tidak boleh, perbedaannya di situ, kalau mandi boleh.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved