Jalan Longsor di Tanahbumbu

Anggota DPR Sebut Kementerian PUPR Akan Tangani Jalan Longsor Satui Barat Kalsel

Anggota DPR Syaifullah Tamliha sebut Kementerian PUPR akan perbaiki jalan longsor di Kalsel, yaitu jalur HSS-Tanbu dan Satui Tanbu.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
POLSEK SATUI UNTUK BPOST
Camat dan Kapolsek Satui memantau area jalan cadangan di dekat area longsor ruas Jalan Nasional atau Jalan Trans Kalimantan di Desa Satui Barat, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (10/10/2022). Inset: bagian jalan yang longsor saat Jumat, 7 Oktober. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jalan Longsor di Tanahbumbu telah diketahui anggota DPR RI dari Kalimantan Selatan (Kalsel), yaitu Syaifullah Tamliha.

Jalan longsor di KM 171 Desa Satui Barat Kecamatan Satui Kabupaten Tanahbumbu Kalimantan Selatan yang longsor pada Rabu (28/9/2022) lalu sebut

Menurut anggota Komisi V DPR RI ini, longsor di Jalan Nasional atau Jalan Trans Kalimantan Desa Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), itu masuk dalam rencana perbaikan yang dananya dianggarkan di 2023.

Begitu juga dengan jalan dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menuju ke Paramasan Kabupaten Banjar hingga ke Mantewe Kabupaten Tanbu.

Baca juga: Jalan Longsor Satui Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel Bisa Dilalui Truk Kosong Muatan

Baca juga: Jalan Rusak Jati Baru-Pasar Jati Kabupaten Banjar, Warga Berharap Segera Diperbaiki

"Kami sudah minta ke Kementerian PUPR agar setidaknya pemenang tender nanti dibikin dua jalur. Karena jika hanya satu kontraktor, dikhawatirkan kesulitan karena jalannyakan jauh dan banyak jurang," ujarnya.

Ia juga meminta agar yang mengerjakan jalan tersebut nantinya adalah kontraktor yang bonafit. Bukan yang abal-abal.

Paket pengerjaan jalan tersebut, katanya, sudah diketuk sebelum dirinya lengser sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin, mengatakan, pihaknya akan memanggil pihak tambang yang beraktivitas di dekat jalan longsor untuk sama-sama membantu perbaikan.

Baca juga: Camat Juai Bakal Usulkan Pemasangan Bronjong pada Lokasi Tanah Ambles di Desa Galumbang Balangan

Baca juga: Jembatan Ambruk di Kabupaten Barito Kuala, Warga Terpaksa Gunakan Batang Pohon Kelapa

"Karena dari pihak Balai Jalan tidak mau langsung memperbaiki, sebelum ada pemantapan konstruksi tanah di sekitar titik jalan longsor. Mereka tidak mau merugi, setelah jalan diperbaiki ternyata rusak kembali, karena struktur tanah disana belum dibenahi," urainya.

Memang ujar Bang Dhin, panggilan akrabnya, Balai Jalan belum mengganggarkan perbaikan jalan karena menunggu kajian geolistrik yang harus lebih dulu dilakukan.

Sebelumnya, DPRD Kalsel telah berkoordinasi dengan BPJN Kalsel, BPTD wilayah XV Kalsel dan Dinas PUPR Kalsel.

Dalam agendanya, DPRD Kalsel juga akan memanggil perusahaan tambang batu bara yang beraktivitas di dekat titik jalan longsor.

Baca juga: Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Kotabaru Kalsel, Polisi Amankan 2 Ons Sabu

Baca juga: Remaja Perempuan Alami Percobaan Tindak Asusila, Polres Balangan Lakukan Pencarian Terduga Pelaku

Berdasarkan data Pemkab Tanbu, ada empat pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di situ, yakni PT MJAB, Autum, Arutmin Indonesia dan PT ABC. Pemegang IUP yang masih aktif, yakni MJAB dan Arutmin.

Pihak MJAB masih aktif bekerja sesuai koridornya. Sedangkan Arutmin tidak mengerjakan, walaupun itu konsesinya. Sisanya, sudah lama mati

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved