Ekonomi dan Bisnis

Tas Purun dan Bamban dari Martapura Kalsel Diekspor ke Jepang

Produk kerajinan purun dan bamban dipasarkan UMKM Batuah Jaya dari Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel, diekspor ke Jepang.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Pelaku UMKM dari Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Elin, memperlihatkan kerajinan tangan berbahan bamban. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Barang kerajinan tradisional Banjar berupa anyaman berbahan purun dan bamban digemari masyarakat luar negeri, baik di  Amerika, Eropa dan Asia.

Sebagaimana produk tas purun dan bamban yang dipasarkan UMKM Batuah Jaya, Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dalam waktu dekat akan diekspor ke Jepang.

Dikatakan Hj Elin, pelaku UMKM Batuah Jaya yang merupakan binaan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Daerah Kabupaten Banjar, saat ini produknya tengah disiapkan.

"Produk tas berbahan bamban yang akan diekspor ke Jepang itu berupa keranjang untuk pakaian," jelas Elin saat ditemui di Stan Manis Food Festival, Martapura.

Baca juga: Lalu Lintas di Jalan Alternatif Km 170 Lancar, Kapolsek Satui Sebut Gang Munawar Tak Dilewati Lagi

Baca juga: Warga Serbu Operasi Pasar Gas Melon, Diskopukmperindag Tabalong Sediakan 560 Tabung

Serupa, tapi tak sama dengan purun. Jika purun bahan bakunya adalah batang purun yang ditumbuk dan dijemur, sedangkan bamban juga pada batang tapi pengolahannya disayat memanjang bagian kulitnya.

Sebagai bahan anyaman, setelah diolah dan dijemur, warnanya berubah menjadi kuning langsat, kulit mengkilap, indah, dan kuat, sebagai bahan anyaman keranjang atau tikar.

Jelas Elin, produk yang dipasarkan di kiosnya Batuah Jaya adalah hasil karya para perajin di wilayah Kabupaten Banjar.

"Barang kerajinan berbahan purun dan bamban itu dikreasi sedemikian rupa, sehingga tampil menarik, seperti halnya ada variasi berupa sulaman bunga dan lainnya," jelas Elin.

Baca juga: Pembudidaya Sayuran Hidroponik di Tabalong Manfaatkan Pasar Murah, Tiga Jam 100 Pax Ludes Terjual

Baca juga: Guru Kontrak Ramai-ramai Datangi Disdik Banjar, Ubah Data dan Buat Akun Pendataan Non ASN

Berbeda dengan kerajinan purun yang cukup banyak tersebar perajinnya, menurut Elin, kerajinan bamban terbilang sedikit jumlah pengrajinnya.

"Mereka bekerja utama sebagai petani, sedangkan menganyam bamban hanya sampingan. Sementara,  keperluan barang kerajinan ini cukup banyak. Semoga saja akan muncul perajin lainnya dan juga regenerasi perajin dengan diadakan pelatihan," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved