Kuliner Kalsel

Kuliner Kalsel : Dibuat dari Buah Langka,  Begini Cara Mengolah Jaruk Tarap yang Familiar di HST

Jaruk tarap bagi warga Banua Anam, khususnya Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), makanan satu ini sudah familiar

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Jaruk tarap, yang dijual  oleh pedagang sayur dan buah di pasar Keramat Barabai, Selasa (6/12/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Bagi warga Banua Anam, khususnya Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Jaruk Tarap merupakan kuliner yang sudah familiar.

Jaruk tarap adalah salah satu makanan khas yang berasal dari buah langka, yaitu buah tarap.

Tumbuh di daerah dataran tinggi, atau pegunungan, pohon tarap berdaun lebar, dengan batang pohon menjulang tinggi  ini terbilang sudah langka.

Warna kulit buahnya hijau, namun berubah kuning kemerahan ketika matang. Nah,yang sering dibikin jaruk (difermentasi dengan garam adalah yang buahnya masih mentah. Baik ketika masih muda, hingga sudah tua berbiji.

Baca juga: Diramaikan Puluhan UMKM Kuliner, Tabalong Food Festival 2022 Disambut Antusias Warga

Baca juga: Ketua PKK Banjar Beri Nama Masakan Timnya Nasi Goreng Cinta

Baca juga: Kuliner Kalsel - Bingka Khas Gambut Kabupaten Banjar Resep Warisan Keluarga

Di Kabupaten HST, khususnya di Pasar Keramat Barabai, sangat jarang dijual buah tarap yang sudah matang.

Masyarakat sendiri, lebih menggemari jika dijadikan jaruk tarap. Sebagai teman makan nasi, pelengkap lauk ikan.

Jaruk tarap sering disajikan di warung-warung dan rumah makan di Hulu Sungai Tengah .

 Menurut Saniah, penjual jaruk tarap di Pasar Keramat Barabai, walaupun bukan buah musiman, namun sekarang buah ini cukup langka karena jarang ada peremajaan pohonnya.

Harga satu potong jaruk tarap pun terbilang mahal. Dikisaran Rp 8.000 sampai Rp 10 per potong.

Satu potong terdiri satu buah tarap dibagi dua. Harga, tergantung ukuran buahnya.

Membuat jaruk tarap menurut Saniah cukup mudah. Buah tarap segar direbus selama sekitar dua jam, tanpa dikupas.

Selanjunya, jika sudah matang baru dikupas kemudian direndam dengan air garam.

Jika ingin memasak, daging buah yang sudah difermentasi minimal satu hari, tinggal dipotong-potong kecil.

Biasanya dimasak dengan cara menumis dengan sedikit minyak. Kemudian ditaburi bawang goreng dan buah cabai merah maupun hijau.

Bisa pula dimasak dengan santan bersama waluh dan kacang panjang dan diberi bumbu dapur atau biasa disebut gangan tarap.

Baca juga: Kuliner Kalsel - Rekomendasi Lokasi Nongkrong Aesthetic di Banjarbaru, Intip Cantiknya Kafe Nika

Gangan taraf maupun jaruk taraf yang ditumis maupun digoreng kering, ini merupakan kuliner jadul. Namun, tetap eksis di dunia kuliner Bumi Murakata.

"Jadi, jika berkunjung ke Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, jangan lewatkan mencoba jaruk tarap, di warung-warung makan,"pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved