Makanan Dinosaurus
Para Ilmuan Bongkar Makanan Dinosaurus, Melalui Penelitian Gigi
Para ilmuan bongkar makanan dinosaurus dulu. Ini setelah dilakukan penelitianterhadap fosil gigihewan raksasa ini
BANJARMASINPOST.CO.ID - Para ilmuan mulai mengungkap makanan dinosaurus. Terungkap hal mengejutkan tentang makanan hewan purba ini. Hal ini terkuak setelah para ilmuan melakukan penelitian terhadap fosil gigi Dinosaurus yang ditemukan.
Ternyata makanan dinosaurus berbeda antara jenis Dinosaurus satu dengan lainnya.
Namun terungkap beberapa Dinosaurus mampu memakan tulang.
Hal ini setelah ilmuan meneliti goresan-goresan pada gigi hewan raksasa yang hidup jutaan tahun lalu.
Baca juga: Fosil Dinosaurus Lengkap Dengan Kulit Ditemukan di Kanada, Hidup Sekitar 65 Juta Tahun Lalu
Baca juga: Penampakan Fosil Dinosaurus Terbesar, Ditemukan di Halaman warga Portugal, Hidup 100 Juta Tahun Lalu
Siapa sangka, goresan pada gigi ternyata bisa mengungkap apa yang sebenarnya mereka makan, termasuk kebiasaan makan theropoda besar seperti Allosaurus dan T-rex.
Untuk pertama kalinya, peneliti menggunakan analisis tekstur microwear gigi (DMTA) untuk menyimpulkan kebiasaan makan dinosaurus ini.
Dengan mengambil gambar 3D dari masing-masing gigi dan menganalisis pola tanda yang digoreskan ke dalamnya, para peneliti dapat menentukan jenis makanan dinosaurus.
Mereka menemukan dinosaurus mana yang sering mengunyah tulang keras dan mana yang secara teratur memakan makanan dan mangsa yang lebih lembut.
Teknik ini membuka jalan baru penelitian paleontologi, membantu peneliti untuk lebih memahami tidak hanya dinosaurus itu sendiri tetapi juga lingkungan dan komunitas tempat mereka tinggal.
Dalam studinya, seperti dikutip dari Phys, Sabtu (10/12/2022) peneliti dari University of Tokyo bekerja sama dengan tim dari University of Mainz dan University of Hamburg Jerman menggunakan analisis tekstur microwear gigi (DMTA).
Itu merupakan teknik pemindaian untuk memeriksa keausan gigi dalam detail mikroskopis untuk memahami apa yang mungkin telah dimakan oleh dinosaurus.
"Kami ingin menguji apakah kami dapat menggunakan DMTA untuk menemukan bukti perilaku makan yang berbeda pada tyrannosaurid (dari periode Cretaceous, 145 juta hingga 66 juta tahun lalu) dengan Allosaurus yang lebih tua (dari periode Jurassic, 201 juta hingga 145 juta tahun lalu). lalu), yang merupakan kedua jenis theropoda," jelas Daniela Winkler dari Graduate School of Frontier Sciences.
Baca juga: Gaji PNS 2023 Naik? Menteri Keuangan Sri Mulayani Buka Suara, Berikut Rincian Gaji PNS Saat Ini
Baca juga: Link Live Nonton Jokowi Ngunduh Mantu, Tamu Terus berdatangan Beri Ucapan Selamat
Dari penelitian, peneliti mengetahui bahwa tyrannosaurid dapat menghancurkan dan memakan tulang sedangkan pada allosaurus belum banyak informasi yang diketahui tentang mereka.
DMTA sendiri sebenarnya digunakan untuk mempelajari mamalia, namun untuk pertama kalinya dipakai untuk mempelajari therapoda.
Peneliti mengambil gambar 3D bersolusi tinggi dari permukaan gigi pada skala yang sangat kecil. Selanjutnya gambar-gambar itu dipakai untuk menganalisis kekasaran, kedalaman, dan kompleksitas tanda keausan.