Tanggapan Warga Banjarmasin Pemberlakuan Penghapusan Data Kendaraan Penunggak di 2023

penghapusan data kendaraan bermotor yang tidak memperpanjang STNK dua tahun berturut-turut diberlakukan agar tertib administrasi

Editor: Eka Dinayanti
KOMPAS.com/ACHMAD FAUZI
Lembar Pajak STNK 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mulai 2023, penghapusan data kendaraan bermotor yang tidak memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dua tahun berturut-turut diberlakukan.

Ini merupakan penerapan Pasal 74 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kami di tim pembina Samsat Nasional sepakat, ini kami segera laksanakan agar tertib administrasi pajak kendaraan bermotor dan pendapatan daerah bisa meningkat. Saya kira 2023 sudah efektif. Ini tinggal beberapa hari lagi,” kata Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (16/12).

Hal ini pun menuai tanggapan dan kritikan dari pemilik kendaraan bermotor, termasuk yang ada di Banjarmasin.

“Kalau tujuannya agar orang taat pajak, dipermudah dong urusan pembayaran pajaknya,” ucap Rozi, warga Jalan S Parman, Senin (19/12).

Baca juga: Nekat Cetak STNK dan Notice Pajak Palsu Motor Curian, Pria Asal HST Kalsel Diringkus Tim Gabungan

Pemilik tiga sepeda motor ini mengaku membayar pajak setiap tahunnya sekitar Rp 700 ribu.

Namun, satu sepeda motornya masih atas nama orang lain.

“Karena yang bayar pajar harus orang yang sesuai dengan STNK, sedangkan saya tidak punya fotokopi KTP pemilik asal, saya harus pakai jasa calo biar bisa bayar,” katanya.

Oleh karena menggunakan calo, Rozi terpaksa membayar lebih.

Ditanyakan kenapa tidak mengurus balik nama, Rozi menyatakan lebih sulit.

“Bisa memakan waktu berhari-hari. Cek kelayakan jalan, cek fisik, belum lagi cabut berkasnya. Tidak semua orang punya waktu hanya untuk itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Rozi menggunakan jasa calo untuk melakukan balik nama sepeda motornya yang lain dengan biaya Rp 4 juta.

“Biayanya segitu mungkin karena pajaknya mati dari 2002 dan juga motornya dari Pulau Jawa,” tandasnya.

Mengenai aturan pemutihan yang akan dihilangkan, Rozi tak ada komentar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved