Kuliner Kalsel

Kuliner Kalsel : Banyak Digemari, Begini Legitnya Gulali Banjar

Gulali atau nama lainnya harum manis atau juga bunga kapas biasanya dijual di tempat-tempat keramaian dan pasar tradisional

Tayang:
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah
Ahmad penjual gulali sedang membuat pesanan para pembeli. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gulali adalah salah satu makanan ringan tradisional khas tanah air yang juga bisa ditemui di wilayah Kalimantan Selatan. Sampai sekarang camilan ini masih banyak digemari.

Gulali atau nama lainnya harum manis atau juga bunga kapas biasanya dijual di tempat-tempat keramaian dan pasar tradisional.

Seperti halnya di Pasar Kodim Martapura, Kabupaten Banjar, ada seorang penjual gulali setiap hari bisa ditemui di sana. 

Ahmad, penjual gulali, buka lapak sejak pukul 06.00 Wita seiring dengan para pedagang di kawasan itu.

"Alhamdulillah sudah 1,5 tahun berjualan gulali dan sekarang sudah ada beberapa langganan dari kalangan anak sekolah dan pedagang pasar," ujarnya.

Baca juga: Kuliner Kalsel - Menikmati Sulur Keladi sebagai Pelengkap Makan di Kabupaten Barito Kuala

Baca juga: Kuliner Kalsel : Foodcourt Cappadocia, Tempat Nongkrong Baru di Tengah Sawah di Jalan Walangsi-Kapar

Ahmad menggunakan kompor gas yang dimodifikasi untuk membakar gula dengan panci lebar untuk menampung sisa gula.

Ada empat toples gula pasir yang disediakan. Masing-masing toples berbeda warna gulanya karena sudah diberi pewarna makanan.

"Setiap warna beda rasa dan aromanya. Ada strawberry, durian, anggur. Satu kemasan gulali terdiri tiga warna, seharga Rp5000," kata Ahmad.

Membuat gulali, satu sendok gula dimasukan ke tungku kompor. Kemudian tungku diputar dengan mesin sehingga hasil pembakaran secara berputar itu menghasilkan serat-serat yang digulung dengan bilah lidi.

Segera gulali dimasukan ke kantong plastik agar bisa bertahan lebih lama. Tapi kalau mau dimakan langsung juga bisa.

"Setiap 1 Kg gula pasir bisa menghasilkan sekitar 50 gulali, tapi kalau gula pasirnya kecil-kecil hasilnya kurang dari itu. Makanya saya lebih memilih gula pasir yang butirannya besar," tandas Ahmad.

Baca juga: Kuliner Kalsel - Gula Banyiur Makanan Khas Kandanganlama Kabupaten Tala Terbuat dari Aren Pilihan

Selain gulalinya yang ternyata juga laku adalah keraknya yang menempel di panci. Kerak yang rasanya manis itu biasanya dibeli pedagang atau anak-anak.

"Selain di pasar ini, saya juga jualan di tempat-tempat acara, misal kawinan atau lainnya," pungkas Ahmad.

 (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved