Serambi Ummah
Peristiwa Luar Biasa yang Terjadi di Bulan Rajab
orang-orang Arab sebelumnya telah mengenal Rajab sebagai bulan mulia, bangsa Arab memaknai bulan tersebut sebagai yarjibuuna
BANJAMASINPOST.CO.ID - SEBELUM ada kalender hijriah, Rajab tidak dikenal sebagai bulan ketujuh.
Itu karena memang belum ada penomoran dan urutan bulan.
Barulah pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Rajab dimasukkan setelah Jumadil Akhir (Jumadal al-Tsaniyah) dan sebelum Syakban.
“Meski demikian, orang-orang Arab sebelumnya telah mengenal Rajab sebagai bulan mulia,” ucap H Awang Fathuddin, pemimpin Pondok Pesantren Nur Ihya’iddin Desa Sungairiam, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut, Kamis (26/1).
Sebab, lanjutnya, bangsa Arab memaknai bulan tersebut sebagai yarjibuuna yang berarti melepaskan mata pisau dari tombak.
Sebuah tindakan yang menjadi simbol pengharaman perang.
Baca juga: Rajab, Satu dari Empat Bulan yang Dimuliakan Allah SWT dengan Segala Keistimewaannya
Baca juga: Puasa Sunah dan Bersedekah di Bulan Rajab, Ini Kata Pemimpin Ponpes Nur Ihya’ih ddin Tanahlaut
Rajab dalam tradisi Arab, paparnya, diberi berbagai nama yaitu Syahrullah (bulan Allah), Rajab, Rajab Mudhar, Mansal, Al-Asna’, Al-Asam, Al-Asab, Manfas, Muthahhar, Ma’ali, Muqeem, Hurum, Maqqash, Mubari’, Fard dan lainnya.
Dalam pandangan Islam, sebut Awang, Rajab adalah bulan suci, mulia dan istimewa.
Hal itu didasari firman Allah SWT pada Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36.
Ada pun arti ayat tersebut: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ada 12, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.
Perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian. Dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
Lalu, dalam hadis dari Abu Bakrah RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada 12 bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban. (HR Bukhari nomor 3197 dan Muslim nomor 1679).
Ibnu ’Abbas mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan saleh yang dilakukan akan menuai pahala lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207).
Keistimewaan Rajab, papar Awang, karena pada bulan itu pernah terjadi hal yang sangat luar biasa yakni peristiwa Isra Mikraj Rasulullah SAW.
Jumhur Ulama menyebut peristiwa tersebut dilakukan Rasulullah SAW pada malam Jumat 27 Rajab tahun 621 M atau tahun ke-10 dari kenabian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/malam-pertama-Rajab-merupakan-waktu-mustajab-doa.jpg)