Religi

Kiat Berdagang Ala Rasulullah SAW Dipaparkan Buya Yahya, Imbau Sisihkan Hasilnya untuk Amal Kebaikan

Buya Yahya menjelaskan kiat berdagang ala Rasulullah SAW bagi umat Islam.Sebaiknya senantiasa kaum muslimin dapat amanah sesuai aturan Islam.

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
kanal youtube Al-Bahjah TV
Buya Yahya berikan penjelasan tentang cara berdagang yang benar dalam Islam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Buya Yahya menjelaskan kiat berdagang ala Rasulullah SAW bagi umat Islam.

Banyak cara mendapatkan nafkah salah satunya dengan berdagang, dipaparkan Buya Yahya, sebaiknya senantiasa bagi kaum muslimin dapat amanah sesuai aturan Islam.

Selain itu, Buya Yahya menuturkan hendaknya meyakini dengan penuh kesadaran bahwa hasil dari berdagang adalah menjadikan usaha tersebut menuju kepada Allah SWT dengan cara menuai amal kebaikan.

Sehingga dalam menjalankan suatu usaha, Buya Yahya berpesan tidak menjadikan diri budak dunia atau hanya menumpuk harta.

Cara mencari nafkah yang dibolehkan dan justru dianjurkan dalam Islam bagi umat muslim adalah berdagang.

Bahkan berdagang dilakukan Nabi Muhammad sejak kecil berusia saat 12 tahun, dan menjadi pedagang yang sukses serta amanah.

Baca juga: Hukum Membaca Shalawat Badar, Ceramah Ustadz Abdul Somad Jelaskan Amalan Pasti Diterima Allah SWT

Baca juga: Tim Dapur Umum Gang Taufik Siapkan Makanan untuk Jemaah Haul Guru Sekumpul 2023 di Musala Ar-Raudhah

Buya Yahya menerangkan senantiasa umat muslim yang berusaha dengan cara berdagang dapat menjadikannya bekal menuju Allah SWT.

"Jangan menjadi budak dunia, hanya ditumpuk saja, lalu mati ditinggal, itu bodoh namanya, jadilah orang yang cerdas, jangan menumpuk harta yang banyak di dunia ketika mati ditinggal, tidak ada amal kebaikannya," jelas Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Apapun usaha atau pekerjaan yang sedang dijalankan, pertama dan utama niatkan semuanya untuk digunakan untuk akhirat.

Tidak apa-apa jika harta yang didapat dari berdagang digunakan untuk menyenangkan keluarga, misal membeli rumah dan mobil, kemudian berbagi, membangun mesjid, pesantren dan sebagainya.

"Kalau sudah berniat yang baik akan istimewa nantinya, meski sudah berniat baik belum berhasil secara dzohir, sudah mendapatkan pahala, itu sukses yang sesungguhnya," terang Buya Yahya.

Belum berhasil namun sudah mendapatkan pahala, karena niatnya serius. Sebagaimana kisah di zaman Nabi SAW ada orang kaya yang selalu bersedekah, kemudian ada orang lain yang masih belum berpunya berdoa agar seperti orang kaya tersebut, namun tidak kunjung kaya, meski demikian sudah mendapatkan pahala sebagaimana orang kaya itu.

Poin selanjutnya dalam berdagang atau usaha harus dengan cara yang halal, sebaik apapun tujuan berdagang jika didapat dengan cara yang tidak halal maka tidak akan sampai pada tujuan.

"Jangan berpikir halalnya belakangan nanti bisa taubat yang penting kaya dulu, jangan demikian, karena makanan haram akan mengeraskan hati," papar Buya Yahya.

Dalam berusaha gabungkan dua usaha yang dijalankan Nabi Muhammad SAW, yakni secara lahir dan bathin.

Baca juga: Tim Dapur Umum Gang Taufik Siapkan Makanan untuk Jemaah Haul Guru Sekumpul 2023 di Musala Ar-Raudhah

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved