Serambi Ummah
Pahala Salat Rawatib Lebih Tinggi Dibanding Salat Sunah Lainnya, Dikerjakan Mudah dan Ringan
kedudukan pahala salat rawatib lebih tinggi dibanding salat sunah lainnya, termasuk salat tarawih
BANJARMASINPOST.CO.ID - MENURUT ustadz Abdul Qadar, pengasuh Pondok Pesantren Al Mujahidin di Kota Marabahan, Kabupaten Baritokuala, salat sunah rawatib cukup mudah dan ringan dikerjakan.
Cuma dua rakaat dan niatnya gampang diingat.
Tata caranya, setelah takbiratul ihram, baca Al Fatihah dilanjutkan surah pendek.
Misal Al Kafirun pada rakaat pertama dan Al Ikhlas di rakaat kedua.
“Meskipun cukup Al Fatihah, tetapi lebih baik membaca surah juga,” ujar ustadz Qadar.
Lebih jauh dia menuturkan, menurut para ahli tasawuf, salat sunah rawatib tidak cukup 10 rakaat muakkadah.
Sebelum salat zuhur empat rakaat dan sesudahnya empat rakaat. Sebelum salat asar juga empat rakaat.
Baca juga: Pengertian Salat Sunah Rawatib Menurut Pengasuh Ponpes Al Mujahidin Marabahan
“Dalam buku fiqih tidak ada tata cara itu. Adanya dalam kitab tasawuf,” ucap ustadz Qadar.
Menurut dia, kedudukan pahala salat rawatib lebih tinggi dibanding salat sunah lainnya, termasuk salat tarawih.
“Jadi, baiknya salat dua rakaat setelah isya dulu, baru salat tawarih,” ujar dia.
Salat rawatib, imbuhnya, dapat menutupi kekurangan atau ketidaksempurnaan saat mengerjakan salat wajib.
Kemudian, semakin rajin mengerjakan salat sunah rawatib, akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Satu kali mengerjakan salat fardu, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ditambah salat sunah rawatib, semakin dekat lagi,” tuturnya.
Apabila semakin dekat dengan Allah SWT, maka kaki yang berjalan untuk Allah SWT, tangannya, matanya, telinga seluruh tubuhnya dijaga Allah SWT. (Serambi Ummah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ustadz-Abdul-Qadar-pengasuh-Pondok-Pesantren-Al-Mujahidin-di-Kota-Marabahan.jpg)