Religi

Lafadz Doa Iftitah dan Maknanya, Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Ustadz Khalid Basalamah terangkan lafadz doa Iftitah yang dibaca umat Islam ketika melaksanakan shalat. Simak ceramahnya dibawah ini

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
Youtube Khalid Basalamah Official
Ustadz Khalid Basalamah terangkan mengenai lafadz doa Iftitah yang dibaca umat Islam ketika melaksanakan shalat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan lafadz doa Iftitah yang dibaca umat Islam ketika melaksanakan shalat.

Ada banyak jenis doa Iftitah, diterangkan Ustadz Khalid Basalamah doa Iftitah yang benar adalah sesuai hadits Nabi Muhammad SAW.

Cara membaca doa Iftitah pun dijabarkan Ustadz Khalid Basalamah sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana diketahui, Doa Iftitah adalah doa yang dibaca ketika shalat, antara Takbiratul Ihram dan ta'awudz sebelum membaca surah Al-Fatihah.

Hukum membaca doa Iftitah adalah sunnah, apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak  berdosa.

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan ada beberapa macam jenis doa Iftitah yang dibaca oleh Rasulullah SAW dan sahabatnya, berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih.

Baca juga: 28 Hari Menuju Ramadhan 2023, Ceramah Ustadz Khalid Basalamah Jelaskan Taubat Sebelum Qadha Puasa

Baca juga: Lafadz Sholawat Nariyah Arab dan Latin, Ceramah Ustadz Abdul Somad Jelaskan Menjauhkan dari Neraka

Dan salah satu doa Iftitah yang dijabarkan Ustadz Khalid Basalamah adalah yang paling pendek dan mudah dihafal.

"Diriwayatkan oleh 4 penyusun kitab sunan, Sunan Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Malik, An Nasa'i dan ini lafadnya Tirmidzi dan juga dinukil Ibnu Maajah," jelas Ustadz Khalid Basalamah dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube JALAN HIJRAHQU CHANNEL.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ تَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

“Maha suci Engkau, ya Allah, ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu, nama-Mu penuh berkah, Maha tinggi Engkau, tidaklah yang berhak disembah selain Engkau".

"Kalau kita tulis di buku kita itu hanya sebaris," ucap Ustadz Khalid Basalamah.

Jenis doa Iftitah ini termasuk yang jarang dibaca atau diucapkan ketika shalat, Ustadz Khalid Basalamah pun menyarankan agar umat muslim bisa menghafalnya.

Kemudian jenis doa Iftitah lainnya berdasarkan hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah, berikut lafadznya:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahumma Baa'id baiynii wa baiyna khothooyay kamaa baa'adta baiynal masyriqi wal maghribi, Allahumma naqqinii minal khothooya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad dannasi, Allahummaghsil khothooyaya bilmaa i wats tsalji wal barodi.

Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin”

"Doa Iftitah ini memiliki makna yang sangat agung, maksudnya adalah supaya umat Islam tak terjerumus dosa kedua kalinya, jangan sampai ada peluang melakukannya, sehingga tidak akan pernah berpikir, tidak ada yang goda, tidak akan sampai ke dosa-dosa itu lagi," papar Ustadz Khalid Basalamah.

Baca juga: Adab Menerima Tamu yang Bukan Mahrom, Buya Yahya Beri Penjelasan Lewat Ceramahnya

Baca juga: Amalan-amalan di Bulan Syaban, Ceramah Ustadz Adi Hidayat Mengenai Keistimewan Bulan  Ini  

Selain itu, makna selanjutnya adalah memohon agar dosa-dosa yang ada disaring dan disedot hingga bersih sampai ke akar.

Ia menambahkan orang-orang mengulangi dosa karena bekas dosa yang sebelumnya.

"Makna dari Ya Allah bersihkanlah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin adalah setiap berwudhu baik di musim biasa arinya tidak dingin, maupun di musim dingin airnya dingin, serta turunnya salju di musim salju semua tetap bisa membersihkan dosa-dosa hamba-Nya," urainya.

Selain dua doa Iftitah di atas, doa Iftitah yang biasa dibaca yakni:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allaahu akbar Kabiroo Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”

Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri).”

Tonton Videonya

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

https://www.youtube.com/watch?v=ZJhEOVm5wjY

https://www.youtube.com/watch?v=Chn7TlvcIZU

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved