Kerusuhan Wamena
Rusuh Wamena Bikin Masyarakat Trauma, Ratusan Warga Pilih Mengungsi ke Kodim
kejadian rusuh di Wamena, Kabupaten Jayapura, Papua Pegunungan membuat warga trauma dan memilih mengungsi di Komando Distrik Militer (Kodim)
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pasca kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijata, Papua Pegunungan masih membuat warga trauma. Apalagi dalam kerusuhan tersebut 12 orang warga tewas dan puluhan luka-luka, rumah dan ruko dibakar.
Banyak warga yang masih trauma akan adanya kerusuhan Wamena tersebut. Mereka memilih mengungsi untuk keamanan.
Bahkan tercatat hingga kini ratusan warga masih memilih mengungsi di Komando Distrik Militer (Kodim) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan
Tercatat kini 509 warga mengungsi karena masih trauma atas kerusuhan. Kerusuhan yang disebabkan isu penculikan anak juga mengakibatkan puluhan rumah terbakar.
Baca juga: Jumlah Korban Kerusuhan di Wamena: 10 Orang Meninggal, 18 Luka-luka, 2 Ruko dan 13 Rumah Terbakar
Baca juga: Kondisi Terkini Wamena Usai Kerusuhan, Situasi Mulai Normal, Aparat Gabungan Terus Lakukan Patroli
Kasdim 107/Jayawijaya, Mayor CHB Yusuf Rinding menjelaskan warga yang mengungsi masih merasa ketakutan meski kondisi sudah berangsur kondusif.
"Hari ini jumlah warga yang mengungsi bertambah, tercatat sebanyak 509 baik anak-anak maupun dewasa," terangnya, Sabtu (25/02/2023), dikutip dari TribunPapua.com.
Ia mengatakan lokasi pengungsian tidak hanya di satu titik lokasi Kodim Jayawijaya, namun ada juga yang mengungsi di masjid maupun gereja.
Sejumlah kebutuhan warga juga disediakan Pemkab Jayawijaya seperti 1 ton beras, mie instan, selimut, air, dan gula.
"Tempat penampungan pengungsian saat ini ada beberapa tempat baik di masjid, gereja dan di perumahan anggota kodim," ucapnya.
Salah satu pengungsi bernama Albert mengaku membawa keluarganya mengungsi karena masih trauma dengan kerusuhan yang terjadi beberapa hari lalu.
“Saya takut makanya saya dengan keluarga lebih memilih mengamankan diri hingga situasi normal kembali kami akan pulang ke rumah,” paparnya.
Albert berharap kondisi keamanan di Wamena kembali kondusif agar dapat melakukan aktivitas seperti biasanya.
"Saya berharap kejadian ini cepat berlalu agar aktivitas masyarakat kembali normal," bebernya.
Baca juga: Rincian Harga Emas Batangan di Pegadaian Minggu 26 Februari 2023, Turun Rp 4.000 per Gram
Baca juga: Geger Penemuan Jasad Wanita di Kebun Singkong di Batang Jawa Tengah, Dibunuh Kekasih Gelap
Curhatan Keluarga Korban
Seorang wanita bernama Erika Hertalina Siagian kehilangan suami dan adik kandungnya dalam peristiwa kerusuhan di Wamena.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.