Btalk
BTalk - Aksi Merebut Golok Serda Sofyan : Saya Terpanggil Menyelamatkan Banyak Orang
Seorang anggota Kodim 1003/HSS terekam CCTV berhasil menekuk seorang pria yang menghunuskan parang kepada pengendara di SPBU Desa Bamban Selatan
Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah Video dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) viral se-Indonesia.
Seorang anggota Kodim 1003/HSS terekam CCTV berhasil menekuk seorang pria yang menghunuskan parang kepada pengendara di SPBU Desa Bamban Selatan Kecamatan Angkinang, Jumat 28 April 2023. Anggota TNI itu adalah Serda M Sofyan. Seberapa berani Sofyan saat itu?
Banjarmasin Post menghadirkan Sofyan dan Dandim 1003/HSS Letkol Inf Nurliwedie Nurdin Kanan, dalam Program B-Talk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja. Bersama Jurnalis Agus Rumpoko, perbincangan tersebut ditayangkan di akun Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online, serta banjarmasinpost.co.id, Selasa 2 Mei 2023 pukul 16.00. Berikut petikan wawancaranya :
Bisa diceritakan bagaimana sebenarnya awal kejadian?
Serda M Sofyan : Saat itu, Jumat 28 April 2023, saya hendak pulang ke rumah dari tugas dinas di Kodim 1003 HSS, mampir ke SPBU di Bamban Selatan Kecamatan Angkinang untuk mengisi bahan bakar sepeda motor.
Saya melihat seorang pria memutar-mutarkan parang atau golok lalu mendekati seorang perempuan yang juga antre di SPBU.
Setelah mengatakan sesuatu pada perempuan itu, dia memasukkan kembali parang ke kumpang atau sarung yang terselip dipinggang.
Menyaksikan itu, saya ambil keputusan untuk melabrak dia. Saya dekati, saya amankan (rampas) parangnya dengan mencabut dari kumpang di pinggangnya. Saat itu saya tak mikir bahwa itu berisiko bagi diri saya sendiri.
Dibenak saya, keselamatan orang-orang yang ada di sekitar saat itu, harus saya lindungi dan utamakan.
Setelah berhasil melumpuhknnya, saya minta pihak SPBU menghubungi Kapolsek Angkinang. Sekitar 30 menit menunggu, anggota Polsek datang saya serahkan. Selanjutnya, saya pulang, kembali ke rumah.
Apa motif pria tersebut, bagiamana kondisinya saat itu?
Serda M Sofyan : Kalau diihat dari gaya bicaranya, waktu dia memutar-mutar goloknya di depan perempuan pengedara motor itu, kemungkina dlam pengaruh alcohol atau obat. Saat ditanya, jawabannya ngawur. Soal motifnya saya tidak tahu. Saat itu reflek saja naluri saya, saya harus menyelamatkan masyarakat yang ada di sana. Tak ada tujuan lain
Apa tidak ada rasa takut ,karena saat itu parangnya sudah terhunus?
Serda M Sofyan: Perasaan khawatir sempat ada, karena aya juga manusia biasa. Tapi kembali ke naluri saya, keselamatan warga lebih utama. Saya juga teringat pesan komandan, Pak Dandim, bahwa TNI itu mengutamakan kepentingan rakyat. Dalam hal ini kepentingan masyarakat di sekitar saat itu.
Dalam video terlihat Pak Sofyan seperti mengeluarkan pistol?
Serda M Sofyan : Bukan pistol, itu borgol. Saya sempat piting orangnya, setelah parangnya sudah lepas, saya suruh tiarap. Karena saya liat orangnya sudah lemas, saya suruh tiarap, sampai pihak Polsek datang menjemput.
Pernahkah mengalami hal sama?
Serda M Sofyan : Sering. Saya sering menghadapi hal semacam itu. Alhamdulillah bisa diredam. Setelah diberi pemahaman, masih bisa dibina. Respons kami ketika menemukan orang yang membuat keonaran dan mengganggu masyarakat hanya ingin ingin membina dan menyadarkan. Jika melanggar hukum atau perbuatan pidana, segera berkoordinasi dengan kepolisian.
Pak Dandim 1003 HST, bagaiman respon anda atas viralnya aksi Heroik tersebut?
Dandim : Pertama kali melihat video hasil rekaman CCTV, malam setelah kejadian sore dari kiriman berbagai pihak. Sepintas saya lihat video, saya pikir, anggota memukul orang.
Setelah saya cermati orang itu bawa parang, mengancam ibu-bu pakai motor, ternyata anggota saya melakukan pencegahan, agar tak sampai ada korban.
Demi Allah saya tidak tahu sama sekali akan viral. Sebab, apa yang dilakukan Serda M Sofyan kami anggap hal biasa, bagian dari tugas membantu masyarakat.
Sering saya sampaikan kepada anggota, tulus ikhlas dalam bekerja. Dimana ada kesulitan masyarakat, kita hadir membantu. Ini juga penekanan dari Kepala Komando Angkatan Darat, Pangdam, serta Danrem 101 Antasari.
Menekakan kepada kami agar dekat dengan rakyat, bantu kesulitan rakyat. Jika kamu baik kepada masyarakat, kamu juga akan menerima kebaikan. Saya terharu juga, ternyata pesan pimpinan yang saya sampaikan kepada anggota mereka terapkan di lapangan.
Apakah terpikir bakal viral se Indonesia ?
Dandim : Saya sempat kebingungan, banyak media menghubung saya, untuk konfirmasi. Tak hanya dari media lokaldi Kalsel, tapi juga media nasional. Saya belum berani memberi keterangan sebelum koordinasi dan izin dengan pimpinan.
Di TNI itu ada hirarki dan etika yang harus dijunjung tinggi. Setelah dipersilahkan pimpinan, baru saya memberikan keterangan kepada media. Jadi saya mohon maaf kepada teman-teman media yang lambat memberi jawaban, karena harus melalui prosedur yang saya jelaskan tadi.
Setelah Minggu viral, saya dikasih link berbagai media nasional. Seperti di Sumatera, ada yang sudah 87 ribu kali ditonton, 25 ribu like dan berbagai komentar positif. Saya terharu apa yang diampaikan pimpinan, direspos anggota dengan baik.
Setiap pada kejadian semua anggota memang selalu menmberikan laporan, baru bikin kronologis. Sebab, kalau hanya melihat video sekilas tak bsia menjawab detil.
Dari kronologs itulah saya bisa jelaskan ke media.Alhamdulillha, ini kebanggaan bagi TNI. Apa yang dilakukan anggota saya, belum tentu saya mampu lakukan.
Pelajaran apa yang bisa dipetik dari peristiwa tersebut?
Dandim : Pemasalahan yang diadapi sekarang, Hulu Sungai Seatan itu karakter masyaraatnya berbeda dengan daerah lain. Ada semacam ungkapan, “ jika tak bawa pisau atau lading, bukan orang Kandangan”.
Kita harus bijak menyikapi hal ini, dan bisa menyesuaikan diri dengan budaya lokal. Kita harus banyak bersosialisasi dengan masyarakat. Sambil memberi pemahaman bagaimana batas membawa senjata tajam yang dibolehkan aturan negara.
Saya sudah bertemu dengan tokoh msyarakat. Saya ini orang jalanan juga. Suka ngopi di pinggiran. Melakukan komunikasi sosial dalam rangka pembinaan territorial, agar terjalin kedekatan dengan masyaraat di wilayah tugas.
Secara internal, saya tetap memberikan masukan agar terus berbuat baik dan menjaga kredibilitas TNI. Terus meningkatkan kemanunggalan dengan rakyat.
Saya juga sudah memberikan arahan kepadas semua anggota. Khususnya Serda M Sofyan, ketika sudah viral dan diapresiasi masyarakat jangan sombong. Tetap redah hati dan bekerja dengan ikhlas, menjadi contoh bagi yang lain, serta menjaga nama baik satuan.
Pantauan CCTV, Kamera HP Masyarakat dan Media Sosial setiap saat menyoroti
Gerak gerik siapapun. Termasuk tindakan positif maupun negative TNI/Polri. Bagaimana menyikapinya?
Dandim : Jika positif, tentu diberi apresiasi, karena ada punish dan reward. Yang negative, melanggar hukum, tentu ada sanksi, sesuai aturan.
Ketika ada berbuat salah di masyarakat, khususnya anggota TNI, harus bersikap gentelment. Berlapang hati meminta maaf, Jangan ada ego sebagai anggoa TNI, atau sikap arogan.
Jika salah, mengakulah salah, dan meminta maaf. Itu lebih terhormat. Pantauan CCTV, dan teknologi justru menurut saya justru mendukung kita terus melakukan perbaikan dan memotivasi berbuat kebaikan.
Berkaitan reward, apakah akan diberikan kepada Sertu M Sofyan?
Dandim : Tentu ada akan kita apresiasi dan diacarakan secara sepesial, jika ada angota yang membangakan satuan.
Serda Sofyan: Bagi saya, doa dan dukungan dari komandan dan rekan di kodim sudah luar biasa. Saya tetap seperti ini. Insya ALLah ini tugas negara, saya tak mengharapkan sesuatu.
Bagaimana kondisi HSS saat ini?
Dandim : Alhamdulilah sangat kondusif. Hubugan antar masyarakat, komunikasinya bagus, Tak terlalu sult bersosialisasi dengan masyarakat HSS yang agamis.
Sekitar 18 bulan saya menjadi komandan kodim didaerah ini, saya sudah mengenal karakter masyarakatnya. Apalagi saya sendiri putra daerah dari Kalimantan. Hubungan antar suku, ras, agama terpelihara dan terjaga dengan baik.
Bagimana hubungan kemitraan dengan kepolisian?
Dandim : Kami saling koordinasi dan saling membantu dan support. Contohnya saat PAM lebaran Idul Fitri tadi, komuikasi berjalan baik. Apalagi kapolresnya satu Angkatan dengan saya.
Komunikasinya enak banget. Sering melakukan kegiatan bareng seperti olahraga bersama. Ada beberapa program bersama juga. Kadang tempatya di Polres, kadang di Kodim, bersama bupati HSS dan forkopimda lainnya. Hal ini sangat efektif membangun hubungan harmonis antarinstansi.
Itu tadi antar pucuk pimpinan. Bagaimana hubungan sesama prajurit?
Dandim: Sama saja, kegiatan olah raga bersama melibatkan masing-masing anggota. Sering juga ada patrol terpadu, dimana pihak Polres melibatkan anggota TNI. Termasuk jika ada peristiwa tak terduga, seperti kasus yang ditemukan Pak Sofyan, polisi juga merespons cepat. Jadi selama ini sangat harmonis.
Di HSS ada Kompi Senapan C. Banyak aparat parat tentara di Kandangan. Bagaimana pembinaannya? Bagaimana juga dengan pask sofyan selaku prosvos?.
Dandim : saya sering keliling, atau saya undang semua satuan kompi Senapan, Bapal. Kadang sebulan sekali atau dua bulan sekali jika ada waktu kosong. Kami kumpulkan, dan arahkan. Sehingga mereka juga tahu situasi perkembanan yang di daerah tugas. Jika ada maslaah dengan Polri tidak boleh mengambil Tindakan sendiri.
Harus sampaikan ke saya dan komunikasikan dengan baik. Khususnya anggota Kompi yang muda-muda dan masih berjiwa muda. Dalam satu minggu biasanya saya silaturahmi ke kompi menemui komnadan KOmpi dan anggotanya. Kami ngobrol bersama. Saling support, dan mereka anggap kami sebagai saudara dan bapaknya mereka, karena sama-sama loreng.
Serda Sofyan : Saya sebelumnya bertugas di Kompi, Alhamdilillah, jika ada yang misalnya tidak pakai helm saya tegur. Saya bilang jangan bikin malu satuan. Jika melalukan hal memalukan, seluruh satuan akan malu kepada masyarakat. Jadi kami tetap awasi dan lakukan pembinaan kepada adik-adik yang masih muda-muda, agar jaga nama baik.
HSS saat ini, aman dan kondusif. Hubungan antar aparat kepolisian maupun pemerintah daerah harmois dan lancar.
Lalu apa lagi yang dikerjakan dan program dandim?
DANDIM : Kami sudah menyelesaikan program ketahanan pangan 400 hektare. Kerjasama kelompok tani di HSS. Terjadi peningkatan produksi 4.500 2 ton dengan luaan tersebut. Sekarang proses bikin keramba ikan, sudah coba 5000 bibit. Bikin percontohan.
Selain ketahan pangan dan pertanianjuga dibidang perikanan, agar masyarakat menambah pendapatan. Program-program unggulan kami, selalu didukung pemkab hss.
Banyak yang akan kami siapkan, termasuk karet, bagaiman agar ada program karya bakti TNI, perbaikan akses jalan, untuk memudahkan petani karet mengangkut hasil karetnya mendukung asks pemasaran.
Jadi arah program kami lebih ke pengembangan ekonomi masyarakat, dalam rangka menurunkan inflasi, sehingga ekonomi masyarakat terbangun dengan baik.
Jika saya hnya “tidur” tentu anak buah tidur juga. Dengan kondisi aman kita lebih punya waktu membantu perekonomian msy.
Jika kondisi tidak aman sepeeti di Papua, tentara sibuk menjaga keamanan wilayah. Tidak bisa membantu meningkatkan kualitas pertanian perikanan masyarakat.
Prinsipnya jika orang “kenyang” tak mikir untuk berbuat pidana. Efeknya mengurangi kriminalitas. mikir mancam2 ngurangi kriminalias.
Tayangan perbincangan bersama Serda M Sofyan dan Dandim 1003/HSS Letkol Inf Nurliwedie Nurdin Kanan :
(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)
Turnamen Domino Segara Digelar di Banjarmasin, Total Hadiahnya Rp300 Juta |
![]() |
---|
Gebyar REI Kalsel Expo 2025, Jadi Rujukan Terlengkap Warga Cari Rumah |
![]() |
---|
61 Ribu Anak di Kalsel Tidak Sekolah, BPMP: Pemda Harus Jemput Anak |
![]() |
---|
BTalk : YABN Ingin Semakin Amanah |
![]() |
---|
Kepsek Termuda di Kabupaten Banjar Ini Harapkan Generasi Muda Jangan Merasa Puas di Zona Nyaman |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.