Berita Tanahlaut
Cuaca Panas Ekstrem Mendera, Aktivitas Nelayan dan Petani di Tanahlaut Masih Normal
hingga saat ini cuaca panas ekstrem belum memunculkan dampak terhadap aktivitas petani dan nelayan di Tala
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sejak sekitar dua pekan terakhir cuaca panas ekstrem mendera sejumlah negara di dunia, terutama di kawasan Asia termasuk di Indonesia.
Panasnya pun begitu terasa di Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).
Bahkan sebagian warga enggan ke luar rumah.
Meski begitu aktivitas kalangan nelayan dan petani di daerah ini masih normal.
"Alhamdulillah (cuaca panas saat ini) gak berpengaruh," ucap Muslim, petani padi di kawasan Lokserapang, Pelaihari, Kamis (4/5/2023).
Ia mengatakan saat ini petani di Lokserapang sedang sibuk bercocok tanam padi lokal.
Baca juga: Peminat Glamping Pantai Batakan Baru Tala Kian Meningkat, Pengelola Usul Penambahan Unit
Begitu pula dengan kalangan nelayan, juga tetap beraktivitas seperti biasa.
"Alhamdulillah gelombang di lautan normal saja," sebut H Muhriadi, kepala Desa Kualatambangan, Kecamatan Takisung.
Dikatakannya, hingga saat ini cuaca panas ekstrem belum memunculkan dampak terhadap aktivitas petani dan nelayan di kampungnya.
Senada diutarakan Kepala Desa Pagatanbesar, Kecamatan Takisung, Hamberan.
Saat ini gelombang justru mengecil karena angin sepoi saja, tidak kencang.
"Saat ini umumnya mata angin dari daratan atau dari belakang kampung," sebut Hamberan.
Kawasan pesisir di Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, juga sama.
"Gelombang hampir tak ada. Kayak sungai saja ini kondisi lautan di sini. Cuma cuacanya saja yang panas," sebut Hasanul, warga Batakan.
Begitu pula yang diutarakan warga di Desa Muarakintap, Kecamatan Kintap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Suasana-pesisir-di-Desa-Batakan-Kecamatan-Panyipatan-Kamis-4_5-siang.jpg)