Berita Tapin
Cuaca Panas, Pengrajin Ikan Asin di Rantau Tapin Lancar Jalankan Usaha
Cuaca panas membuat usaha Abah Ida, pengrajin ikan asin di Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara lancar
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Cuaca dengan suhu panas berlebih saat ini berlangsung di sejumlah daerah di Kalsel, tak terkecuali di Kabupaten Tapin.
Berdasarkan data yang dirilis Pusdalops BPBD Tapin, untuk hari ini, Sabtu (6/5/2023), diprediksi suhu cuaca mencapai 35 derajat celcius pada pukul 14.00 wita.
Tidak jauh berbeda dari beberapa hari sebelumnya yang berkisar antara 30 hingga 33 derajat ketika siang hari.
Berkenaan itu, sejak kemarin salembaran pemberitahuan mengenai cuaca panas, ancaman karhutla hingga prediksi adanya fenomena El Nino juga disebar ke masyarakat melalui sejumlah media sosial dan spanduk di ruang publik.
Baca juga: 10 Tahun Sudah Warga Kabupaten Banjar Ini Menjual Ikan Asin Khas Desa Sungai Batang
Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem Mendera, Aktivitas Nelayan dan Petani di Tanahlaut Masih Normal
Baca juga: Respons Cuaca Panas Ekstrem, Dinkes Kalsel Keluarkan Instruksi
Baru-baru tadi, Bupati Tapin, HM Arifin Arpan mengingatkan masyarakat terkait cuaca yang belakangan ini dengan suhu panas, tidak seperti cuaca pada biasanya.
Ia pun mengimbau masyarakat setidaknya di dua Kecamatan, yakni Candi Laras Utara (CLU) dan Candi Laras Selatan (CLS) untuk mengantisipasi adanya kebakaran.
"Harus waspada, karana dua kawasan ini merupakan lahan rawa yang cepat kering dan berpotensi terjadinya kebakaran lahan," ungkapnya di sela kunjungan ke CLU.
Sementara itu, cuaca panas menjadi berkah tersendiri bagi Abah Ida, pengrajin ikan asin di Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara.
Baginya, cuaca panas akan mempercepat proses pengeringan ikan saat menjemur, karena hanya mengandalkan panas matahari.
"Ya meskipun badan terasa panas, ini efektif untuk mengeringkan ikan," ujarnya.
Baca juga: BTalk - Ikan Asin dan Ikan Segar Kalsel Punya Potensi Dikirim ke Kazakhtstan
Menurut Abah Ida, jika biasanya harus memerlukan waktu hingga dua hari untuk mengeringkan ikan, beberapa hari terakhir ini hanya perlu hitungan jam.
"Sekarang pengeringan lebih lancar, mulai dijemur jam 08.00 paling jam 14.00 wita sudah bisa dikemas untuk dijual," pengrajin ikan kering sepat ini. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Abah-Ida-saat-menjemur-ikan-sepat-di-Kelurahan-Rangda-Malingkung.jpg)