Prakiraan Cuaca
Kalsel Waspada, Peringatan Dini dan Info Cuaca BMKG Hari Ini 9 Mei 2023 Mulai Jabar hingga Jatim
Hampir seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan waspada. Ini peringatan dini dan Prakiraan Cuaca Hari Ini Selasa 9 Mei 2023 Jabar hingga Jatim.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Hampir seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan mesti waspada. Ini Prakiraan Cuaca Hari Ini Selasa 9 Mei 2023.
Wilayah Kotabaru, Hulu Sungai Tengah, Tanahbumbu, Barito Kuala, Tapin, Banjar, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong dan Hulu Sungai Selatan dapat peringatan dini dari BMKG.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun @cuacakalsel, cuaca ekstrem bisa terjadi di wilayah itu mulai siang hari.
Pada pagi hari, rata-rata cuaca cerah dan berawan. Hal ini serupa terjadi pada malam dan dini hari nanti.
Sementara, Dikutip dari laman resmi BMKG, diperkirakan ada 27 wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Beberapa wilayah tersebut di antaranya Aceh, Sumatera Selatan, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, hingga Papua.
Baca juga: Dua Penumpang Tewas, Satpolairud Polres Kotabaru Tetapkan Operator Speedboat sebagai Tersangka
Sementara itu, terdapat pula dua wilayah yang berpotensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang yakni Kepulauan Riau dan Jawa Timur.
Selengkapnya, berikut ini peringatan dini cuaca yang dirilis BMKG pada Selasa, 9 Mei 2023.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
• Aceh
• Riau
• Bengkulu
• Jambi
• Sumatera Selatan
• Kep. Bangka Belitung
• Lampung
• Banten
• Jawa Barat
• Yogyakarta
• Bali
• Nusa Tenggara Timur
• Kalimantan Barat
• Kalimantan Tengah
• Kalimantan Utara
• Kalimantan Timur
• Kalimantan Selatan
• Sulawesi Utara
• Gorontalo
• Sulawesi Tengah
• Sulawesi Barat
• Sulawesi Selatan
• Sulawesi Tenggara
• Maluku Utara
• Maluku
• Papua Barat
• Papua
Wilayah yang berpotensi hujan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
• Kepulauan Riau
• Jawa Timur
Masih dikutip dari laman BMKG, bibit siklon tropis 93W terpantau berada di Laut Filipina bag barat dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara minimum 1005.6 mb.
Bibit siklon tersebut bergerak perlahan ke arah Barat-Barat Laut dengan potensi menjadi siklon dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori Rendah.
Akibatnya, sistem tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar sistem bibit siklon tersebut.
Sementara itu, sirkulasi siklonik terpantau berada di Samudera Pasifik timur Filipina dan di Maluku yang membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari Teluk Bone hingga Laut Sulawesi, di Papua Barat bag utara, dan dari Laut Arafura hingga Laut Flores.
Adapun daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lain terpantau memanjang di Sumatera Barat, dari Jawa Timur hingga Jawa Tengah, di Laut Jawa, dari Selat Makassar hingga Kalimantan Selatan.
Kemudian di Utara Kalimantan, di Laut Natuna, dan di Papua, serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di Laut Natuna.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-cuaca-ekstrem-simak-peringatan-dini-cuaca-ekstrem-dari-bmkg.jpg)