Remaja HST Dihamilli Ayah dan Kakek

Remaja Dihamili Ayah dan Kakek Kandung, Polres HST Kalsel: Satu Orang Sudah Diamankan

Kakek dan ayah menghamili keturunannya sendiri, Bunga (15), hingga hamil. Polres HST menahan sang kakek, sedangkan sang ayah masih dicari.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
ILUSTRASI - Perkosaan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Terbongkar, ayah dan kakek kandung tega menodai rejmaja putri, sebut saja bunga (15), keturunannya sendiri hingga hamil.

Diketahui, sang ayah kabur dan kini dalam pencarian intensif petugas Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sedangkan kakek kandung yang juga melakukan tindak asusila terhadap cucu darah dagingnya sendiri itu, telah ditahan di polres di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalsel.

Baca juga: Remaja Hamil Dinodai Ayah dan Kakek di Kabupaten HST, Pelaku Residivis dan Korban Dicekoki Alkohol

Baca juga: BREAKING NEWS - Nasib Pilu Remaja di HST Ini, Hamil Setelah Dinodai Ayah dan Kakek Kandung

Diketahui, sang kakek tersebut adalah residivis dan pernah dipenjara 5 tahun karena menodai anaknya sendiri.

Mengenai kasus ini telah ditangani polisi, dibenarkan Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Aipda M Husaini,  saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (20/5/223).

"Untuk kakek sudah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan ayah korban masih dilakukan pengejaran," jelasnya.

Baca juga: Cemburu Buta, Warga Kuin Cerucuk Banjarmasin Ini Aniaya Pria yang Antar Wanita Idamannya

Baca juga: Satu Pelaku Pengeroyokan di Kuin Banjarmasin Ditangkap, Dua Orang Lainnya Dicari Polisi

Telah diberitakan sebelumnya, kasus ayah dan kakek kandung yang tega menghamili korban terjadi kali pertama pada 2019.

Korban saat itu masih duduk di bangku Kelas 2 SD. Kedua pelaku berkali-kali melakukan perundungan  hingga sang bocah duduk di bangku SD Kelas 5.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten HST, Jajuk Windijati, mengungkapkan, korban memang anak yang sangat polos dan bicaranya jujur.

Baca juga: Aparatur Kantor Kecamatan Labuan Amas Utara Ikut Cari 2 Nelayan Hilang di Sungai Buluh Kabupaten HST

Baca juga: Dua Nelayan Desa Sungai Buluh HST Hilang, Satu Warga Sempat Melihat Korban Fahmi di Lokasi Ini

Baca juga: BREAKING NEWS : Cari Ikan, Dua Nelayan Sungai Buluh HST Menghilang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

"Korban ini sadar bahwa apa yang dilakukan ayah dan kakeknya ini perbuatan yang salah, tetapi tidak bisa melawan karena sering diancam akan dibunuh atau ditumpas," jelasnya.

Masih kata Jajuk bahwa korban bercerita kepada gurunya di sekolah bahwa selama puasa kemarin, tidak mengalami menstruasi.

"Mendengar pengakuan anak muridnya itu dan melihat bentuk perut yang mulai membesar, guru di sekolah pun mulai curiga dan melakukan testpack kehamilan. Ternyata, hasilnya positif karena garis dua," imbuh dia.

Baca juga: Giliran Penjual Sabu yang Ditangkap Polisi di Sungai Buluh Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Baca juga: Gerebek Satu Rumah di Desa Sungai Buluh HST, Polisi Amankan Tiga Tersangka Asyik Pesta Sabu

Setelah divisum dan diperiksa dokter, ternyata korban sudah hamil jalan enam bulan.

Janin berjenis kelamin laki-laki serta dinyatakan sehat dan akan lahirk pada September mendatang.

"Saat ini korban tinggal bersama Kepala Desa dan warga siap mengamankan, serta menjaga, sampai tahap penyelidikan selesai. Namun pada Selasa mendatang akan kami jemput untuk mendapatkan pendampingan dari PPA guna memulihkan psikologisnya sampai nanti melahirkan. Semua biaya, kamiyang tanggung," tandas Juju.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved