Religi

Zizah Selektif Pilih Tempat Kuliner

Gemar menonton Drama Korea (Drakor), membuat Azizah juga menyukai makanan ala Korean Food. Bersama teman-temannya, Zizah sering mampir ke restoran

Editor: Edi Nugroho
Ilustrasi/Tribun
Ilustrasi makanan halal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Gemar menonton Drama Korea (Drakor), membuat Azizah juga menyukai makanan ala Korean Food. Bersama teman-temannya, Zizah sering mampir ke restoran Japanese dan Korean Food.

“Biasanya kami ke mal atau ke rumah makan di luar mal,” ujar dia kepada BPost, Kamis (25/5).

Dia mengaku awalnya penasaran bagaimana rasanya makanan ala Jepang dan Korea setelah menonton drakor. “Awalnya penasaran, setelah mencoba suka juga. Keterusan sampai sekarang, gemar wisata kuliner Japanese dan Korean food,” tutur Zizah.

Ditanya apakah ada keraguan soal kehalalan makanannya? Menurut dia, pengelola restoran atau rumah makan Japanese dam Korean Food di Banjarmasin, pasti memahami kondisi Kota Banjarmasin yang mayoritas muslim dan selektif memilih makanan halal.

Baca juga: Jenis Makanan Pagi Hari yang Bikin Tubuh Tidak Sehat , dr Zaidul Akbar: Resikonya Bisa Mengantuk

Baca juga: Cara Mudah Hidup Sehat Ala dr Zaidul Akbar, Ingat Hindari Makan di Waktu Ini

“Karena di sini mayoritas muslim, jadi untuk kehalalannya pasti sudah dijaga pengusaha, owner serta pegawai restoran yang juga orang Banjarmasin,” ucap Zizah.

Berbeda, imbuh dia, ketika berada di daerah-daerah tertentu, yang mayoritas warganya bukan kaum muslim.

“Kalau makan di luar kota yang mana mayoritasnya orang non-muslim, kita harus lihat tempat. Ada nggak label halalnya. Gak asal-asalan mampir,” kata Zizah.

Kendati demikian, menurut dia, kebanyakan restoran atau rumah makan di Indonesia, saat mengetahui pelanggan adalah orang muslim, pegawai atau ownernya pasti mengingatkan terlebih dahulu perihal makanan yang mereka jual.

“Saya kalau ke tempat makan di luar kota yang mayoritasnya bukan orang muslim, minimal melihat-lihat dahulu, ada tidak orang muslim makan di sana? Kan kelihatan memakai kerudung atau penutup bagi perempuan muslim,” imbuhnya.

Ditanya apakah dia pernah memakan makanan non-halal? Zizah menjawab tidak pernah. “Alhamdulillah tidak pernah, makanya sangat penting selektif dalam memilih makanan,” tegasnya.

Baca juga: Cemilan Sehat Ala dr Zaidul Akbar, Mudah Diolah Kaya Nutrisi Bagi Tubuh

Sementara itu, Alfian, warga Belitung Banjarmasin Barat, yang sering membelikan anaknya makanan ala Japanese atau Korean Food mengaku, juga memperhatikan baik-baik makanan tersebut.

“Saya sudah ada langganan di daerah Banjarmasin Barat. Saya tenang karena di sana tercantum tulisan Halal. Rombong kecil aja,” jelasnya.
Alfian menyampaikan, kalau di Banjarmasin ini semua pedagang atau penjual juga paham bahwa makanan yang dijualnya harus halal, karena di sini mayoritas umat Islam.

“Kalau pun ada rumah makan non-muslim, ada papan tulisan non-halal,” kata dia. (wok)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved