Ekomomi
Bawang Putih Tembus Rp 44 Ribu per Kilogram
data Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga bawang putih, Jumat, Rp 44.150 per kilogram. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan April 2023 yakni
BANJARMASINPOST.CO.ID - Tidak hanya telur dan pakan ternak, kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih. Ini terjadi di sejumlah pasar tradisonal Jabodetabek, Jumat (26/5).
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga bawang putih, Jumat, Rp 44.150 per kilogram. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan April 2023 yakni Rp 33.950 per kilogram.
Tak hanya bawang putih, sejumlah bahan pangan lainnya juga mengalami kenaikan harga. Adapun kenaikan harga pada hari ini terjadi pada komoditas bawang merah, cabai dan daging ayam.
Untuk bawang merah, harga rata-rata di pasar Jabodetabek di kisaran Rp 53.350 per kilogram. Sementara, cabai rawit merah tembus Rp 52.500 per kilogram.
Baca juga: Merintis Bisnis Miniatur di Sosial Media, Hidayat Sulap Koran Bekas Jadi Rupiah
Baca juga: Ajak Pedagang Bakso saat Daftar ke KPU Kalsel, Bakal Calon DPD RI ini Ingin Dukung UMKM
Melejitnya harga bawang putih beberapa waktu belakangan, salah satu penyebabnya adalah suplai atau ketersediaan yang sangat sedikit. Sementara permintaan terus meningkat.
“Secara hukum ekonomi harga itu pasti berkorelasi dengan suplai, ketika suplai itu kurang, maka harga cenderung akan meningkat.
Begitupun sebaliknya,” ujar Analis ketahanan pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Retno Utami dalam diskusi publik Pusbarindo Carut Marut Tata Niaga Impor Bawang di Jakarta, Kamis (25/5).
Menurut Retno, 90-95 persen komoditas bawang putih di Indonesia dari impor. Ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih sangat tinggi lantaran petani dalam negeri tidak bisa memproduksi dengan jumlah yang banyak.
Sedang Wakil Kepala Satgas Pangan Polri Helfi Assegaf menilai ada kendala dari distribusi terutama terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). “Kenapa BBM-nya? BBM (Subsidi) sudah tepat tapi ada penyimpangan ada yang lari ke pengusaha tambang, ke perkebunan, sehingga di SPBU yang seharusnya untuk transportir tapi karena langka dan harga naik otomatis cost transportasi naik dan ini mempengaruhi harga pokok penjualan (HPP), harga produksi meningkat,” ujarnya.
Baca juga: Memajukan UMKM Melalui Expo pada Rangkaian Hari Jadi ke-20 Kabupaten Balangan
Selain itu, ada juga kendala cuaca yang sangat mengganggu jalur pendistribusian. Hal ini banyak dirasakan oleh para pelaku usaha di wilayah Indonesia timur.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post
(tribunnews/kontan).
Dua Kejutan Chelsea, Nicolas Jackson ke Bayern, Tawaran 'Resmi' Diluncurkan Untuk Bintang Barcelona |
![]() |
---|
Sinyal Nikita Mirzani Tinggalkan Rutan, Kode di Postingan Instagram Berubah Hingga Sentil Uya Kuya |
![]() |
---|
Luis Suarez dan Carroll 2.0, Liverpool Sangat Optimis Atas Kesepakatan Dua Rekrutan Besar Terlambat |
![]() |
---|
Jam Tayang dan Jadwal Final Badminton Kejuaraan Dunia BWF 2025 Siaran Langsung TVRI, Tanpa Putri KW |
![]() |
---|
Gubernur Imbau DPRD Temui Demonstran, Aliansi Kalsel Melawan Desak Supian HK Hadir |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.