Ekonomi dan Bisnis
Eksistensi Sarigading hingga Generasi Ketiga di Kalimantan Selatan
Jamu Sarigading produk PT Sarigading Pusaka Kalimantan yang semula di Barabai kemudian ke Banjarmasin, eksis ditangani generasi ketiga pembuatnya.
Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jamu Sarigading adalah salah satu dari perusahaan jamu asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tetap eksis hingga kini dan bahkan terus berkembang.
Berdiri sejak 1954 di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Jamu Sarigading kini dikelola oleh generasi ketiga, yaitu H Said Hasan Machdan, SE, MM, sebagai direktur utama.
Dia memimpin perusahaan PT Sarigading Pusaka Kalimantan sejak 2000, seiring perpindahan pabrik pada 2019 ke Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin.
Perkembangan usaha tak hanya dengan memproduksi 12 item produk, plus dua yang masih running product, tapi juga sistem manajemen yang profesional.
Baca juga: Intip Kondisi Janda Indra Bekti Pasca Cerai, Aldilla Jelita Ungkap Rutinitas Skin Care
Disampaikan Abdi, SSi, Manager Operasional Pengembangan Bisnis dan Mutu Produk PT Sarigading Pusaka Kalimantan, perusahaan mempunyai tenaga ahli di bidangnya.
Selain Abdi yang sarjana kimia dan menguasai bisnis, juga ada tim yang melakukan riset dan adanya laboratorium skala mini.
"Semua produk berizin dan berproduksi serta bersertifikasi halal," ujar Abdi, seraya mengatakan dalam membuat produk baru mereka selalu riset pasar sehingga benar-benar mengetahui apa produk yang diperlukan masyarakat.
Mengenai bahan baku, menurutnya, tidak ada masalah, kayumanis, pasak bumi, temulawak, kedaung, cabai Jawa, kumis kucing dan lainnya selalu disiapkan per tiga bulan, sehingga produksi selalu berjalan.
Baca juga: Harga Telur dan Ayam di Banjarmasin Mendadak Melonjak, Ini Dugaan Penyebab Utamanya
Baca juga: Pedagang Terpaksa Naikkan Harga Nasgor, Telur Sumbang Kenaikan Inflasi Kalsel Ekonomi
"Selain pasar Kalimantan, Sarigading juga dipasarkan ke beberapa daerah, khusus pulau Jawa, kami punya kantor pemasaran di Surabaya dan Jakarta. Produk juga diekspor ke Saudi Arabia, terutama kosmetik dan jamu," terang Abdi, seraya mengatakan promosi mereka lakukan tak hanya offline tapi juga online.
Proses produksi juga sangat memperhatikan sterilisasi. Para pekerja rumah produksi mengenakan pakaian khusus dengan sarung tangan lateks.
Jamu Sarigading memang menjadi Pilot project perusahaan jamu yang modern. Makanya untuk tahun ini oleh pihak Badan POM Pusat dinobatkan tiga besar perusahaan jamu se-Indonesia selain perusahaan asal Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Saat pandemi Covid-19, dikatakan Abdi, Jamu Sarigading tetap bisa bertahan.
"Jamu sehat Sarigading yang merupakan produk legenda, saat pandemi, banyak diminati masyarakat karena khasiatnya dapat menjaga kesehatan tubuh," terangnya.
Tak pelak, jamu ini sempat langka di pasaran pada Desember 2020 saat pandemi tersebut.
Baca juga: Bawang Putih Tembus Rp 44 Ribu per Kilogram
Bahkan sempat ada daftar tunggu untuk pengiriman barang.
(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
PT Sarigading Pusaka Kalimantan
Kota Banjarmasin
Kota Barabai
Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Berita Banjarmasinpost Hari Ini
Menteri Maman Abdurrahman Wajibkan UMKM Daftar Aplikasi SAPA, Begini Respons UMKM Kalsel |
![]() |
---|
Penawaran Menarik dari IAMI, Beli Isuzu ELF NMR Gratis Filter Solar dan Garansi Mesin Lebih Panjang |
![]() |
---|
Jemaah Antusias Ikut Umrah Maulid, Ini Paket yang Ditawarkan Kaltrabu |
![]() |
---|
Harga Emas Perhiasan 999 Bertahan Rp 1740.000 Per Gram, Begini Reaksi Pedagang |
![]() |
---|
Telkomsel Terus perkuat konektivitas, Perluasan Jaringan 5G |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.