Ekonomi dan Bisnis

Eksistensi Sarigading hingga Generasi Ketiga di Kalimantan Selatan

Jamu Sarigading produk PT Sarigading Pusaka Kalimantan yang semula di Barabai kemudian ke Banjarmasin, eksis ditangani generasi ketiga pembuatnya.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Produksi Jamu sarigading yang tetap eksis hingga sekarang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (27/5/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jamu Sarigading adalah salah satu dari perusahaan jamu asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tetap eksis hingga kini dan bahkan terus berkembang.

Berdiri sejak 1954 di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Jamu Sarigading kini dikelola oleh generasi ketiga, yaitu H Said Hasan Machdan, SE, MM, sebagai direktur utama.

Dia memimpin perusahaan PT Sarigading Pusaka Kalimantan sejak 2000, seiring perpindahan pabrik pada 2019 ke Jalan Pramuka, Kota Banjarmasin.

Perkembangan usaha tak hanya dengan memproduksi 12 item produk, plus dua yang masih running product, tapi juga sistem manajemen yang profesional.

Baca juga: Intip Kondisi Janda Indra Bekti Pasca Cerai, Aldilla Jelita Ungkap Rutinitas Skin Care

Disampaikan Abdi, SSi, Manager Operasional Pengembangan Bisnis dan Mutu Produk PT Sarigading Pusaka Kalimantan, perusahaan mempunyai tenaga ahli di bidangnya.

Selain Abdi yang sarjana kimia dan menguasai bisnis, juga ada tim yang melakukan riset dan adanya laboratorium skala mini.

"Semua produk berizin dan berproduksi serta bersertifikasi halal," ujar Abdi, seraya mengatakan dalam membuat produk baru mereka selalu riset pasar sehingga benar-benar mengetahui apa produk yang diperlukan masyarakat.

Mengenai bahan baku, menurutnya, tidak ada masalah, kayumanis, pasak bumi, temulawak, kedaung, cabai Jawa, kumis kucing dan lainnya selalu disiapkan per tiga bulan, sehingga produksi selalu berjalan.

Baca juga: Harga Telur dan Ayam di Banjarmasin Mendadak Melonjak, Ini Dugaan Penyebab Utamanya

Baca juga: Pedagang Terpaksa Naikkan Harga Nasgor, Telur Sumbang Kenaikan Inflasi Kalsel Ekonomi

"Selain pasar Kalimantan, Sarigading juga dipasarkan ke beberapa daerah, khusus pulau Jawa, kami punya kantor pemasaran di Surabaya dan Jakarta. Produk juga diekspor ke Saudi Arabia, terutama kosmetik dan jamu," terang Abdi, seraya mengatakan promosi mereka lakukan tak hanya offline tapi juga online.  

Proses produksi juga sangat memperhatikan sterilisasi. Para pekerja rumah produksi mengenakan pakaian khusus dengan sarung tangan lateks.

Jamu Sarigading memang menjadi Pilot project perusahaan jamu yang modern. Makanya untuk tahun ini oleh pihak Badan POM Pusat dinobatkan tiga besar perusahaan jamu se-Indonesia selain perusahaan asal Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Saat pandemi Covid-19, dikatakan Abdi, Jamu Sarigading tetap bisa bertahan.

"Jamu sehat Sarigading yang merupakan produk legenda, saat pandemi, banyak diminati masyarakat karena khasiatnya dapat menjaga kesehatan tubuh," terangnya. 

Tak pelak, jamu ini sempat langka di pasaran pada Desember 2020 saat pandemi tersebut.

Baca juga: Bawang Putih Tembus Rp 44 Ribu per Kilogram

Bahkan sempat ada daftar tunggu untuk pengiriman barang. 

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved