Berita Banjarbaru

Intip Penghasilan Samsul Penjual Bunga Rangkai di Banjarbaru, Mampu Beli Tanah dan Perbaiki Rumah

Samsul si penjual bunga rangkai di bundaran Liang Anggang Banjarbaru, mulai berjibaku di dunia bunga sejak usia 13 tahun

Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasin.post.co.id / Muhammad Fikri
Samsul si penjual bunga rangkai di bundaran Liang Anggang Banjarbaru, mulai berjibaku di dunia bunga sejak usia 13 tahun, dan rela berhenti sekolah untuk bantu sang nenek mengumpulkan rupiah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Samsul si penjual bunga rangkai di bundaran Liang Anggang Banjarbaru, mulai berjibaku di dunia bunga sejak usia 13 tahun, dan rela berhenti sekolah untuk bantu sang nenek mengumpulkan rupiah.

Pria yang kini berusia 23 tahun itu, bercerita kepada Banjarmasin Post, awal mula ia belajar masalah bunga ini ketika ikut bekerja di kebun bunga milik tetangganya membantu sang nenek. Kurang lebih selama dua tahun ia membantu sang nenek lalu di tahun 2014 menjelang hari raya Idul Fitri Samsul memutuskan untuk berjualan bunga sendiri.

Alasan lelaki yang memutuskan berjalan sendiri bunga rangkai ini karena melihat keuntungan yang didapat sangat menggiurkan, dimana pada awal pertama ia berjualan mendapatkan Rp 700 ratus. Berangkat dari hal inilah di usianya yang kala itu yang terbilang masih muda sekitar 14 tahunan berani untuk menjual bunga rangkai sendiri.

Samsul yang kala itu masih duduk di bangku kelas dua SD terpaksa memutuskan untuk berhenti melanjutkan pendidikan dan berfokus untuk mencari uang dari berjualan bunga rangkai ini dikarenakan faktor ekonomi yang kurang memadai.

Baca juga: Penjual Bunga Rangkai Banjarbaru, Mampu Hasilkan Ratusan Hingga Jutaan Rupiah p er Hari Banjarbaru

Baca juga: Wisata Kalsel, Akses Jalan Sudah Bisa Pakai Mobil, Ada Parkir Khusus Milik Warga Setempat

Penghasilannya dari menjual bunga ini dipakai untuk keperluan sehari-hari dirinya dan neneknya, seperti makan dan lain sebagainya.

Lelaki yang berasal dari Labuan Tabu, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar ini dari berjualan bunga rangkai ini mampu memperbaiki rumah yang ia tempati oleh dirinya dan neneknya.

"Membeli tanah dan memperbaiki rumah, itulah hasil terbesar yang saya rasakan dari berjualan bunga rangkai ini, sementara sisanya diberikan buat kebutuhan sehari-hari dan di tabung," ujarnya.

Saat ini pria yang berstatus jomblo ini, telah berjualan menetap sejak dua tahun terakhir yakni di samping bundaran Lianganggang arah menuju Banjarbaru, sebelumnya ia sempat berpindah-pindah berjualan bunga rangkai miliknya.

Samsul menerangkan ia memilih pekerjaan ini, memang salah satu alasannya adalah keluarganya juga berjualan bunga rangkaian ini, seperti paman dan tantenya, sedangkan sang nenek hanya di kebun untuk memetik bunga sebagai bahan untuk rangkaiannya.

(Banjarmasin.post.co.id / Muhammad Fikri)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved