Religi
Fenomena War Tiket Konser Coldplay, Begini Tanggapan Buya Yahya
Adanya fenomena war tiket seperti konser Coldplay ditanggapi pendakwah Buya Yahya, simak ceramahnay dibawah ini
Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Buya Yahya menanggapi adanya fenomena war tiket konser band luar negeri yakni Coldplay.
Konser Coldplay sendiri menuai pro dan kontra terkait dukungan band asal Inggris tersebut untuk gerakan LGBT, disampaikan Buya Yahya lebih cenderung ada sisi lain meliputi cara hidup yang kurang baik.
Buya Yahya mengatakan cara hidup yang tergambar dari para pembeli tiket konser tersebut adalah gaya hidup yang merusak, terlebih bagi yang kekurangan secara finansial namun memaksa untuk membeli tiket.
Sebagaimana diketahui, Coldplay akan menggelar konser di Indonesia yang berlangsung pada 15 November 2023 nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Baca juga: Buya Yahya Jelaskan Adab Berpakaian bagi Umat Islam, Diawali Hal Ini Terlebih Dahulu
Baca juga: Jadwal dan Niat Puasa Ayyamul Bidh Juni 2023, Buya Yahya Sebut Bisa Dikerjakan Selain Tengah Bulan
Adanya rencana gelaran konser tersebut, panitia konser telah melakukan penjualan tiket, meski adanya pro dan kontra terakit isu LGBT, tiket konser Coldplay disambut antusias penggemarnya meski harganya membumbung tinggi.
Buya Yahya menjelaskan keinginan menonton konser Coldplay dan rela membeli tiket dengan menghalalkan segala cara adalah cara hidup yang buruk.
"Gaya hidup yang merusak, yaitu berbelanja sesuatu tidak pakai pertimbangan yang bisa jadi itu karena terpengaruh oleh lingkungan yang terbiasa dengan gaya hidup yang salah atau bisa jadi sebuah kesombongan,” terang Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.
Konser musik itu hanya sebuah contoh. Bisa saja fenomena gaya hidup kurang baik terjadi pada hal-hal lain.
Buya Yahya memberi contoh, bisa saja kejadiannya adalah seorang ibu yang hanya terobsesi menyekolahkan anaknya di tempat yang mahal tanpa memikirkan pendapatan sang suami.
"Bisa jadi menjadi sebuah cara hidup yang tidak benar, misal anak SMK memaksakan atau nyuri duit bapaknya hanya agar bisa begini ‘Aku sudah punya tiket lho, lu punya gak?’ Itu kan gaya hidup. Dari sisi itu yang kita cermati,” imbuh Buya Yahya.
Sikap dan sifat yang demikian menunjukkan hancurnya pribadi seseorang terutama anak muda sebab gaya hidup yang penuh dengan gengsi dan kesombongan.
Anak muda zaman sekarang dikatakan Buya Yahya sudah jarang sekali membanggakan agamanya.
"Lebih bangga terhadap dunia, banyak yang menyombongkan soal harta, kekayaan, dan lain-lain padahal sebenarnya sok kaya hidupnya nyungsep, ini adalah sebuah cara hidup yang salah," kata Buya Yahya.
Buya Yahya menasihati agar lebih bijak dalam berperilaku atau gaya hidup, terutama dalam menggunakan keuangan.
Baca juga: Ustadz Abdul Somad Urai Keutamaan Zulkaidah, Berikut Amalan-amalan di Bulan Haram
Baca juga: Ceramah Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Bukti Seorang Muslim Telah Beriman, Dibuktikan dengan Hal Ini
Jangan hanya mengedepankan egoisme untuk kesenangan sesaat, namun pertimbangkan faktor lain misalnya keadaan orangtua, sanak saudara dan lainnya yang jauh lebih membutuhkan sebagai prioritas hidup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Buya-Yahya-menanggapi-adanya-fenomena-war-tiket-konser-band-luar-negeri-yakni-Coldplay.jpg)