Serambi Ummah
Demi Senangkan Hati Nabi
Selain mengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Radhatul Jannah, Ustadz Muhammad Khairil Anwar mensyiarkan Islam melalui majelis taklim
Penulis: Herliansyah | Editor: Irfani Rahman
BANJARMASINPOST.CO.ID -SEJAK 2002 atau sekitar 21 tahun lalu, Ustadz Muhammad Khairil Anwar mensyiarkan Islam. Melalui majelis taklim, dia mengajarkan ilmu fiqih, tasawuf dan lainnya dari masjid ke masjid. Selain itu, dia aktif mengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Radhatul Jannah di Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru. Berikut kutipan wawancara BPost dengan ustadz Khairil Anwar.
Apa saja kegiatan Anda sejauh ini?
Lebih banyak di majelis taklim pada beberapa tempat di Kotabaru. Mulai dari perkotaan hingga daerah perbatasan. Kegiatan di langgar dan masjid. Sesekali di luar Bumi Saijaan. Namun hanya pada momentum tertentu. Misal ketika ada undangan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Apa yang menginspirasi Anda?
Kami berdakwah artinya mengamalkan. Tidak hanya berusaha menyenangkan hati nabi kita Muhammad SAW, namun juga menyenangkan guru-guru kita dan hati orangtua kita. Seperti yang sudah tercatat dalam hadis Rasulullah, yang bunyinya: Sampaikanlah ilmu walau hanya satu ayat.
Apa saja yang diajarkan di majelis taklim dan ponpes ?
Di majelis taklim, yang lebih banyak adalah agar selalu menuntut ilmu di mana saja kita berada dan tiap waktu dalam sehari semalam untuk menuntut ilmu agama. Karena menuntut ilmu wajib baik laki-laki maupun perempuan muslim.
Apakah disertai cara menerapkannya?
Jadi yang saya ajarkan itu memakai kitab. Karena kitab adalah sebuah pegangan atau sebuah tuntunan yang kuat.
Apa yang menjadi motivasi tertanama dalam diri?
Kembali kepada yang pertama tadi. Pertama, seperti disampaikan guru kita. Apalagi seseorang itu sudah berhajat syiar agama. Kenapa? Untuk membantu Rasulullah, menyenangkan hati baginda nabi.
Kalau di majelis taklim kitab apa yang diajarkan?
Berbeda-beda. Di antaranya fikih, tauhid dan tasawuf. (sah)
Demi Senangkan Hati Nabi
SEJAK 2002 atau sekitar 21 tahun lalu, ustadz Muhammad Khairil Anwar mensyiarkan Islam. Melalui majelis taklim, dia mengajarkan ilmu fiqih, tasawuf dan lainnya dari masjid ke masjid. Selain itu, dia aktif mengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Radhatul Jannah di Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru. Berikut kutipan wawancara BPost dengan ustadz Khairil Anwar.
Apa saja kegiatan Anda sejauh ini?
Lebih banyak di majelis taklim pada beberapa tempat di Kotabaru. Mulai dari perkotaan hingga daerah perbatasan. Kegiatan di langgar dan masjid. Sesekali di luar Bumi Saijaan. Namun hanya pada momentum tertentu. Misal ketika ada undangan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Apa yang menginspirasi Anda?
Kami berdakwah artinya mengamalkan. Tidak hanya berusaha menyenangkan hati nabi kita Muhammad SAW, namun juga menyenangkan guru-guru kita dan hati orangtua kita. Seperti yang sudah tercatat dalam hadis Rasulullah, yang bunyinya: Sampaikanlah ilmu walau hanya satu ayat.
Apa saja yang diajarkan di majelis taklim dan ponpes ?
Di majelis taklim, yang lebih banyak adalah agar selalu menuntut ilmu di mana saja kita berada dan tiap waktu dalam sehari semalam untuk menuntut ilmu agama. Karena menuntut ilmu wajib baik laki-laki maupun perempuan muslim.
Apakah disertai cara menerapkannya?
Jadi yang saya ajarkan itu memakai kitab. Karena kitab adalah sebuah pegangan atau sebuah tuntunan yang kuat.
Apa yang menjadi motivasi tertanama dalam diri?
Kembali kepada yang pertama tadi. Pertama, seperti disampaikan guru kita. Apalagi seseorang itu sudah berhajat syiar agama. Kenapa? Untuk membantu Rasulullah, menyenangkan hati baginda nabi.
Kalau di majelis taklim kitab apa yang diajarkan?
Berbeda-beda. Di antaranya fikih, tauhid dan tasawuf. (sah)
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/wakil-bupati-tanahlaut_20171106_115950.jpg)