Ekonomi dan Bisnis
Harga Unus dan Siam di Kalsel Masih Selangit, Beras Jawa Jadi Pilihan
Harga beras lokal di Kalsel termasuk Banjarbaru hingga kini masih tinggi. Warga pun memilih mengkonsumsi beras jawa yang lebih murah
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Hingga tiga bulan terakhir harga beras lokal masih bertahan tinggi, hal ini terlihat di beberapa pasar termasuk di Banjarbaru.
Pantauan di Pasar Bauntung Banjarbaru, beras unus dan siam yang merupakan dua jenis beras lokal favorit masyarakat Banua masih Rp 15 ribu/liter ke atas.
Menurut Ipul, pemilik toko beras Ipul di pasar Bauntung Banjarbaru, beras lokal paling murah hanya cihirang yaitu Rp 9500/liter.
"Itupun sebelumnya cihirang dijual per liter Rp7000," kata Ipul.
Baca juga: Harga Beras Lokal di Kalsel Masih Tinggi, Kadis TPH Minta Pemda Beli Padi Petani di Wilayahnya
Baca juga: Harga Beras Lokal Bertahan Tinggi, Konsumen Campur Beras Jawa dan Banjar
Adapun harga beras siam kupang Rp15 ribu/liter dan siam usang Rp17 ribu/liter kemudian mutiara usang Rp20 ribu/liter.
Sementara itu beras Jawa masih menjadi pilihan atau alternatif bagi masyarakat karena harganya di bawah harga beras lokal .
"Harga beras Jawa jenis pamanukan Rp13 ribu/liter dan pandanwangi Rp11 ribu/liter," jelas Ipul.
Harga beras Jawa sebenarnya ada kenaikan tapi tidak banyak, hanya Rp200/kg, karena faktor biaya distribusi yaitu kenaikan harga sewa kontainer.
Baca juga: Kebutuhan Kalsel per Tahun 391.614 ton, Pasokan Beras Lokal Menipis
Johan, warga Banjarbaru, yang mengaku keluarganya biasa makan beras lokal, saat ini membeli beras Jawa dicampur beras lokal.
"Supaya lebih hemat, beli 10 liter beras terdiri 7 liter beras Jawa dan 3 liter beras lokal," terangnya.
Kombinasi atau campuran dua jenis beras ini, menurutnya tetap enak disantap, perpaduan 'karau' dan pulen.
(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Foto salmah saurin
Beras Jawa jadi alternatif menghemat anggaran keuangan keluarga
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Pedagang-beras-di-Pasar-Bauntung-Banjarbaru-3.jpg)