Ekonomi dan Bisnis
Harga Beras Lokal Bertahan Tinggi, Konsumen Campur Beras Jawa dan Banjar
Konsumen mencampur beras Jawa dengan beras Banjar karena hingga kini, harga beras lokal di pasaran masih tinggi
Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Hingga dua Minggu setelah lebaran harga beras di pasaran masih bertahan tinggi, khususnya beras lokal berkualitas yang harganya Rp 13-20 ribu per liter.
Pantauan di Pasar Bauntung, Banjarbaru, beras Banjar berkualitas macam unus mutiara, unus mayang, bahkan jambun sangat tinggi tidak bisa terjangkau.
Ipul, pedagang beras, mengatakan, sampai sekarang harga beras masih tinggi termasuk juga beras jawa bertahan di angka Rp 11 ribu per liter.
"Kami mengikuti harga dari agen, kalau turun ya disesuaikan, kalau naik yang naik juga," selorohnya.
Baca juga: Kisah Petani Padi di Jejangkit Kabupaten Barito Kuala, Dua Tahun Terpaksa Selalu Beli Beras
Baca juga: Beras Harga Murah Diserbu Warga, DKUKMPP Kabupaten Balangan Kembali Gelar Pasar Murah
Menurut Ipul, sejak harga beras lokal bertahan tinggi, banyak konsumen memilih beras Jawa, atau dicampur dengan beras lokal biasa.
Masih tinggihya harga beras Banjar membuat masyarakat harus mencari beras substitusi atau pengganti yang harganya terjangkau dan jenis berasnya setara beras lokal.
Beras pengganti itu antara lain salah satu jenis beras asal Jawa Tengah yang secara karakteristik mirip dengan beras Banjar.
Baca juga: Mirip Beras Banjar, 100 Ton Beras Jawa Tengah Didatangkan ke Kalsel
Baca juga: Beras Banjar Masih Langka dan Mahal, Masyarakat Banyak Berganti ke Beras Jawa
Mariana, pedagang pakaian keliling, mengatakan, masih tingginya harga beras lokal, dia terpaksa memasak dengan cara mencampur jenis beras Jawa dengan beras lokal banjar.
"Beras Jawa harganya terbilang masih terjangkau, jadi saya beli beras Jawa 5 kg, beras lokal 2 liter, untuk campurannya," ujar Mariana. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Pedagang-beras-di-Pasar-Bauntung-Banjarbaru1.jpg)