Berita Bisnis

Beras Banjar Masih Langka dan Mahal, Masyarakat Banyak Berganti ke Beras Jawa

pedagang beras di Pasar Bauntung Banjarbaru, mengatakan, krisis pasokan beras lokal sudah berlangsung 2-3 bulan ini, banyak beras Banjar yang langka

Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/salmah
Harga jual beras di pasaran bertahan tinggi, para pedagang kurang pasokan beras lokal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Selama 2-3 bulan terakhir pedagang beras di Pasar Bauntung, Banjarbaru, kesulitan mendapat pasokan beras lokal.

Jika biasanya mereka ditawari para agen beras, sekarang mereka yang harus mencari ke pabrik penggilingan padi.

Agus pedagang beras di Pasar Bauntung Banjarbaru, mengatakan, krisis pasokan beras lokal sudah berlangsung 2-3 bulan ini, banyak beras Banjar yang langka.

"Kebutuhan di toko saya sekitar 10 karung, tapi saat ini untuk memenuhi stok harus cari beras ke pabrik penggilingan, itupun jarang, kalau ada harganya mahal," ujarnya.

Beras Banjar yang langka antara lain Siam Mayang Jambun yang merupakan langganan restoran dan rumah makan apalagi cocok untuk dibuat nasi kuning dan nasi goreng sesuai selera masyarakat Banjar.

Baca juga: Pasar Murah Menjelang Ramadan 2023 di Taman Siring 0 Km Banjarmasin Sediakan Beras hingga Ikan

Baca juga: Harga Beras Lokal Banjar Melambung Tinggi, Pembeli Beralih ke Beras Pamanukan Jawa Barat

"Jenis Siam Jambun ini sekarang Rp20 ribu per liter, sebelumnya Rp12-13 ribu per liter, kemudian naik Rp17-18 ribu per liter," jelas Agus, Rabu (22/2/2023).

Harga beras tersebut Rp750 ribu per karung, sekarang menjadi Rp800 ribu per karung.

Hal serupa juga terjadi terhadap harga beras lokal Siam Pandak.

Siam Mutiara yang dulunya Rp11-12 ribu sekarang menjadi Rp18 ribu per liter.
Adapun beras setengah usang biasanya Rp 11-12 ribu sekarang Rp 17 ribu per liter.

"Saat harga beras normal, paling murah Rp9 ribu. Sekarang beras lokal Rp15-20 ribu per liter," jelas Agus.

Mama Nadim pemilik Toko Beras Ipul, Pasar Bauntung Banjarbaru, juga mengatakan hal sama.

Harga tertinggi Rp20 ribu per liter untuk beras jenis Siam Mayang Jambun.

"Stok baru tidak ada, kalaupun ada hanya sisa stok lama. Mengenai permintaan, tetap banyak, tapi karena stok kosong maka pelanggan beralih ke beras jenis lain yang penting karau dan harga lebih murah sedikit," jelasnya.

Beras yang dipilih adalah beras Jawa jenis Pamanukan yang mirip Siam, beras ini tidak pulen seperti umumnya beras Jawa, tapi karau seperti beras Banjar, harganya per liter Rp13 ribu.

"Sekarang beras Pamanukan ini juga mulai ditanam di Kalsel," ujar Mama Nadim, seraya mengatakan, beras Jawa lainnya juga harganya naik karena memang di Pulau Jawa juga begitu.

Karena banyak beras yang harganya naik, ia berharap semoga harga bisa kembali nrmal. Jangan seperti sekarang lagi yang barangnya langka dan harganya mahal.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved