Tribun Smart

Keterbatasan Bukan Penghalang

Sejak awal, ia melihat, pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga tentang menyentuh hati dan membangun karakter

Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Banjarmasin Post/Salmah
Indriani Fujianti SE MM 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sejak awal, ia melihat, pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga tentang menyentuh hati dan membangun karakter. 

Ketika menjadi guru, Indriani Fujianti menyadari, tidak semua anak mudah tersentuh dengan metode konvensional. Dari situlah ia menemukan kekuatan cerita.
 
"Dongeng menjadi jembatan yang mampu menyampaikan nilai, menumbuhkan imajinasi, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap literasi," kata warga Jalan H Hasan Basri, Kotabaru ini.

Inspirasi terbesarnya justru datang dari anak-anak, bagaimana mata mereka berbinar saat mendengar cerita, dan bagaimana perlahan mereka mulai mencintai membaca.

Perjalanan guru SMP Negeri 2 Kotabaru ini dimulai dari dunia radio saat menjadi penyiar Radio Nusantara Banjarmasin yang melatihnya dalam komunikasi, olah vokal dan membangun kedekatan dengan audiens. 

"Saya membawa kemampuan tersebut ke dunia pendidikan. Saya tidak hanya mengajar di kelas, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang hidup melalui storytelling," ujar sarjana S1 IESP Fakultas Ekonomi ULM Banjarmasin, AKTA IV FKIP ULM dan S2 STIE Pancasetia Banjarmasin ini.

Seiring waktu, ia aktif di berbagai kegiatan literasi, mendirikan komunitas, hingga dipercaya menjadi bagian dari gerakan literasi di Kotabaru. Semua berjalan bertahap, namun konsisten, dari suara di radio, menjadi suara yang menggerakkan literasi di masyarakat.

"Di era digital yang serba cepat, storytelling justru menjadi semakin penting. Cerita mampu menanamkan nilai tanpa terasa menggurui. Anak-anak belajar empati, kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian melalui tokoh-tokoh dalam cerita," ujar pemenang Lomba Storytelling MPP Bercerita bersama layananjakarta 2025 ini.

Selain itu, storytelling melatih kemampuan berpikir kritis, imajinasi, dan keterampilan berbahasa. Ketika anak terbiasa mendengar dan menceritakan kembali, mereka tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga kreator makna.

"Tantangan terbesar adalah rendahnya minat baca dan keterbatasan akses, terutama di daerah pelosok. Saya pernah mendongeng di wilayah Pulau Sembilan dan Pegunungan Meratus, di sana fasilitas literasi masih minim. Namun saya percaya, keterbatasan bukan penghalang. Saya hadir langsung, membawa cerita, buku, dan semangat," kata Indriani yang juga Founder Kampung Dongeng Kotabaru.

Ketua Forum TBM Kotabaru dan Ketua TBM Todak Kotabaru serta Wakil ketua PGRI  Pulau Laut Utara ini, menyatakan, saat mendongeng untuk anak-anak korban kebakaran di Pulau Sebuku, ia melihat bagaimana cerita bisa menjadi penguat di tengah situasi sulit. 

"Kuncinya adalah konsistensi, kolaborasi, dan menghadirkan literasi dengan cara yang menyenangkan," kata Indriani yang menimba ilmu di Kemah Dongeng, Bandung 2019 TOT pendongeng.

Sebagai Founder Kampung Dongeng Kotabaru, visinya sederhana namun kuat, yakni menciptakan generasi yang berkarakter, berdaya, dan mencintai literasi. 

"Kampung Dongeng bukan hanya tempat bercerita, tetapi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengenal nilai kehidupan, mengembangkan imajinasi, dan membangun kepercayaan diri. Saya ingin anak-anak di Kotabaru, bahkan hingga pelosok, memiliki akses yang sama terhadap pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna," ujarnya.

Indriani yang pernah mengikuti program pertukaran budaya di Jepang, mengatakan, ini menjadi sebuah momen penting dalam perjalanan dirinya. Saat itu, ia mengikuti one week study in Japan dengan mengisi dongeng cerita Hikayat Saijaan dan Ikan Todak.

"Saya belajar, cerita adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan budaya. Dari sana, saya semakin memperkaya teknik bercerita, baik dari segi ekspresi, struktur, maupun kedalaman makna. Pengalaman tersebut juga memperkuat keyakinan saya, budaya lokal Indonesia memiliki nilai yang sangat kuat untuk dikenalkan ke dunia," katanya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved