Tribun Smart
Keterbatasan Bukan Penghalang
Sejak awal, ia melihat, pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga tentang menyentuh hati dan membangun karakter
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
Dari berbagai penghargaan, paling berkesan bagi adalah saat dinobatkan sebagai Penerima Apresiasi Pendidik Cerdas Berkarakter oleh Pusat Pengiatan Karakter (Puspeka) Kemendikbud 2021.
"Bagi saya, ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi pengakuan terhadap perjuangan menghadirkan pendidikan yang menyentuh aspek karakter," katanya.
Selain itu, Nominasi Perempuan Hebat Kalsel 2019 kategori pendidikan dalam rangka HUT ke-82 LKBN Antara dan Juara 1 Lomba Storytelling menjadi pengingat, konsistensi dan ketulusan dalam berkarya akan menemukan jalannya.
Satu lagi, ia menerima Penghargaan Pegiat Literasi Kotabaru dari Bunda PAUD Kabupaten Kotabaru pada Peringatan Hari Ibu 2020. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
Jangan Takut Memulai
BAGAIMANA Indriani Fujianti membagi waktu antara peran sebagai pendidik, pegiat komunitas, dan profesional di bidang voice over serta MC?
Menurutnya, kuncinya adalah manajemen waktu dan prioritas. Ia memandang semua peran ini saling terhubung, bukan terpisah.
"Kemampuan voice over dan MC justru mendukung kegiatan mendongeng dan mengajar. Saya juga berusaha menjaga keseimbangan dengan membuat jadwal yang terstruktur, sekaligus tetap fleksibel," katanya.
Jadi, kata Indriani, yang terpenting adalah menjaga niat, semua yang ia lakukan bermuara pada kontribusi bagi pendidikan dan masyarakat.
Kepada perempuan muda yang ingin berkembang menjadi sosok cerdas, berdaya, dan berdampak di masyarakat, pesannya, jangan takut memulai, dan jangan menunggu sempurna.
"Setiap perempuan memiliki potensi luar biasa. Teruslah belajar, berani mencoba, dan konsisten dalam proses. Bangun kepercayaan diri, temukan passion, dan jadikan itu sebagai jalan untuk memberi manfaat. Ingat, perempuan yang berdaya bukan hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menguatkan orang lain di sekitarnya," ujarnya.
Indriani juga optimistis masa depan literasi di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, akan terus berkembang. Saat ini semakin banyak komunitas, sekolah, dan individu yang peduli terhadap literasi.
"Tantangannya adalah bagaimana menjadikan literasi sebagai budaya, bukan sekadar program. Dengan kolaborasi, inovasi, dan pendekatan yang kreatif seperti storytelling, saya yakin literasi akan menjadi fondasi kuat bagi generasi masa depan," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Indriani-Fujianti-SE-MM.jpg)