Serambi Ummah
Ubah Imej Kelayan Lewat Dakwah
Ustadz Muhammad Maulana Al Kelayani saat ini fokus berdakwah di, ingin ubah imej Kelayan menjadi daerah yang religius
BANJARMASINPOST.CO.ID - MENJADI pendakwah kondang, tak lantas membuat seorang dai berubah. Baik penampilan maupun kediaman. Hal ini diterapkan oleh Ustadz Muhammad Maulana Al Kelayani.
Bangga menggunakan Al Kelayani sebagai nama, ustadz Maulana fokus ingin membangun dan mengubah imej Kelayan menjadi daerah yang religius. Sudah sejauh mana upaya itu? Berikut petikan wawancaranya.
Apa yang menginspirasi Anda untuk berperan di masyarakat melalui dakwah?
Sosok guru saya. Terlebih, beliau mendorong saya untuk berdakwah di Kelayan. Termasuk teman-teman saya. Mereka senang atas apa yang saya sampaikan. Itu yang membuat saya terus berdakwah seperti sekarang.
Di mana saja Anda berdakwah?
Di kampung halaman saya sendiri di Kelayan. Karena lahir di Kelayan dan besar di Kelayan, saya ingin menyampaikan ilmu di Kelayan. Saya pun tidak canggung menambahkan nama Al Kelayani di belakang nama, karena merujuk pada identitas dan asal saya.
Apa yang menjadi alasan ingin berdakwah di Kelayan?
Saya ingin, Kelayan yang awalnya dilihat sebelah mata, menjadi wilayah yang paling banyak majelis taklim dan orang-orang yang mensyiarkan Islam. Sebagai seorang mubalig atau sebagai penyampai dakwah, tak perlu pindah ke tempat lain kalau di daerah sendiri belum dibenahi.
Bila lalai dan mengabaikan daerah sendiri, maka akan menjadi orang yang berdosa. Karena mengabaikan dan tidak memberikan pengetahuan kepada masyarakat di daerah sendiri.
Berdakwah di luar kampung diperbolehkan ketika di kampung sendiri sudah dilakukan.
Sebab, berhijrah juga dilakukan nabi. Rasulullah juga berhijrah dari Makkah ke Madinah.
Apakah ada kendala selama ini dan paling sering dakwah di mana?
Selama berdakwah saya tidak menganggap semua itu adalah kendala. Memang dalam berdakwah ada suka dukanya. Ada kalanya dikritik. Terlebih ketika penyampaian di media sosial, sering ada perbedaan pendapat.
Selama ini paling sering berdakwah di daerah sekitar. Khususnya di gang-gang. Sebab, terkadang orang kampung menghargai apa yang disampaikan. Namun, untuk dakwah juga pernah dilakukan di beberapa wilayah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Saya juga sempat berdakwah di Tangerang.
Apa yang Anda ajarkan kepada masyarakat saat berdakwah?
Banyak yang diajarkan. Mulai dari hubungan antarmanusia, hingga hubungan kepada Allah.
Termasuk etika terhadap manusia dan tata cara beribadah sehari-hari. Mulai dari wudu, istinja, hingga salat. Penting untuk belajar agama. Saya pun masih terus belajar. Sebab, menuntut ilmu agama tidak ada habisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Ustadz-Muhammad-Maulana-Al-Kelayani2.jpg)