PT Borneo Indobara

PT BIB Gelar IFRC ke 20 di Kalsel, Peserta Mulai Ikuti Technical Meeting and Workshop

September 2023 ini Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) ke 20 tahun.IFRC sendiri merupakan kompetensi bergengsi nasional di bidang penyelamatan

Tayang:
Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Pembukaan Technical Meeting and Workshop Structural Fire Fighiting, Underwater Rescue and Recovery Challenge IFRC ke 20 Tahun 2023, Rabu (21/6/2023). 

"Ini sebenarnya merupakan cara agar meningkatkan kesiagaan tim tanggap darurat melalui lomba, selain pelatihan," ucapnya.

Foto bersama peserta dan panitia IFRC ke 20 Tahun 2023.
Foto bersama peserta dan panitia IFRC ke 20 Tahun 2023.

Lanjut Rahardjo menjelaskan, bahwa tim tanggap darurat oleh perusahaan tambang sangat diperlukan, mengingat kawasan pertambangan memiliki resiko tinggi.

Misalnya ujar Rahardjo terjadi tumpahan bahan kimia, lalu bangunan runtuh, tenggelam di lumpur dan lain sebagainya.

"Sehingga sebagai upaya mitigasi, dan perencanaan penanggulangan. Tentu saja kami tidak ingin itu terjadi, tetapi yang namanya keadaan darurat bisa terjadi kapan saja," jelasnya.

Tidak Ingin Hanya Berpangku Tangan

Chief Operating Officer PT Borneo Indobara (PT BIB) , Raden Utoro mengatakan, PT BIB sejak awal mempunyai komitmen yang besar, khususnya dalam tanggap bencana di Indonesia.

Untuk itu, PT BIB merasa harus memiliki tim rescue yang mumpuni, untuk membantu dalam tanggap darurat.

Dengan begitu, saat bencana terjadi, pihaknya langsung memonitor dan tidak menunggu perintah tetapi mengatur rencana kapan harus berangkat.

"Kami di manajemen PT BIB juga memiliki kepedulian terhadap hal tersebut. Satu di antara, kontribusi kami dalam bentuk pelatihan adalah dengan menyelenggarakan IFRC ke 20 ini,"katanya.

Chief Operating Officer PT Borneo Indobara, Raden Utoro.
Chief Operating Officer PT Borneo Indobara, Raden Utoro.

Meski melaksanakan acara ini, tetap harapan terbesar PT BIBi adalah tidak ada bencana, tetapi memang tidak bisa dipungkiri bahwa bencana dari skala kecil, menegah hingga besar terjadi setiap tahunnya.

Tentunya perusahaan tambang yang lain juga memiliki semangat dan kepedulian yang sama, sehingga dengan adanya tim tanggap darurat ini bisa menanggung beban yang lebih ringan, dalam melakukan penyelamatan terhadap korban bencana.

"Kami tidak hanya berpangku tangan dan merasa kasihan, tetapi kami berbuat sesuatu untuk meringankan. Termasuk pascabencana juga, uluran bantuan yang tentunya tepat sasaran.

Siapkan Anggaran Setiap Tahun

Kepala Teknik Tambang PT Borneo Indobara, Riadi Simka Pinem mengatakan,  PT BIB sudah menunjukkan komitmen yang cukup tinggi terkait dengan penerapan Good Mining Practice, khususnya pada manajemen keselamatan operasi maupun pertambangan.

Sebelum diwajibkan oleh pemerintah lewat Kepmen 1827 dan Kepdirjen 185 Tahun 2018, PT BIB sudah membentuk Tim Tanggap Darurat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved