Religi
Buya Yahya Urai Hukum Patungan dan Arisan untuk Berkurban Idul Adha, Dapat Disiasati Dengan Hal Ini
Hukum mengadakan patungan dan arisan untuk berkurban Idul Adha di Bulan Zulhijjah Penceramah Buya Yahya.
Penulis: Mariana | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Buya Yahya menjelaskan hukum mengadakan patungan dan arisan untuk berkurban Idul Adha di Bulan Zulhijjah.
Diterangkan Buya Yahya, patungan dari banyak orang tidak bisa menjadi syarat untuk kurban sebab ada ketentuan hewan kurban di antaranya satu ekor kambing hanya bisa untuk satu orang berkurban, atau satu ekor sapi maksimal untuk tujuh orang.
Meski begitu, Buya Yahya menyampaikan daging-daging hewan kurban yang dibagikan bernilai pahala.
Hari Raya Idul Adha atau Hari raya Kurban diperingati setiap 10 Zulhijjah di sistem penanggalan Islam.
Baca juga: Cara dan Syarat Mendaftar Lowongan Pekerjaan di Biro Klasifikasi Indonesia, Ikatan Dinas 3 Tahun
Baca juga: dr Zaidul Akbar Bahaya Kecanduan Gula Pasir, Rasa Manis Bisa Diganti Bahan Alami Lainnya
Setelah Idul Adha, umat Islam bisa menunaikan kurban di Hari Tasyrik, yakni 11, 12, 13 Zulhijjah.
Dalam melakukan kurban, ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi agara kurbannya sah.
Lantas bagaimana hukumnya patungan dan arisan kurban? Sebagaimana diketahui, patungan dibolehkan dengan batas maksimal tujuh orang.
Buya Yahya menjelaskan patungan yang biasa dilakukan di sekolah-sekolah, mengimbau para siswa atau santri untuk mengumpulkan uang kerap terjadi.
"Misalnya 1.000 siswa mengumpulkan uang lalu bisa beli sapi tiga ekor atau kambing 20 ekor. Maka itu bukan disebut sebagai kurban," jelas Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Buya Yahya.
Kendati demikian, patungan untuk menyembelih hewan yang kemudian dagingnya dibagikan di Hari Raya Idul Adha, maka bernilai pahala di hadapan Allah SWT.
Baca juga: Rekrutmen CPNS 2023, Cek Syarat dan Cara Mendaftarnya, Diperkirakan Dibuka September Ini
Hal tersebut hendaknya tetap dilakukan dan tidak dilarang, sebab meski tidak disebut kurban namun tetap mendapatkan pahala sedekah di Hari Raya Idul Adha.
"Jangan dilarang, hal tersebut mendatangkan manfaat dan dapat melatih anak-anak itu untuk berkurban," terang Buya Yahya.
Walaupun tidak bisa menjadi ibadah kurban, ada cara lain yang dapat digunakan agar patungan tersebut dapat menjadi ibadah kurban.
Hasil pengumpulan hewan kurban dari sekolah dapat bernilai kurban, caranya adalah hewan kurban yang sudah dibeli misalnya, sapi atau kambing diberikan kepada ustadz atau guru.
"Semua patungan beli kambing lalu diberikan kepada ustadz, jadi ustadznya yang berkurban. Pahalanya sama," papar Buya Yahya.
Kalaupun memang patungan, cara yang bisa dilakukan lainnya adalah secara arisan.
Misalnya orang yang patungan ada 10, setiap menjelang Hari Raya Idul Adha mengumpulkan uang masing-masing Rp 200.000.
"Rp 200.000 dikali 10 orang Rp 2 juta, cukup untuk beli kambing, namun kalau patungan yang demikian bernilai sedekah yang bermanfaat di hari raya. Bagaimana caranya agar jadi kurban? Bergilir setiap tahun satu per satu, misalnya tahun ini si A, tahun berikutnya kumpulan lagi si B lagi yang kurban, hingga 10 tahun maka semuanya sudah bisa berkurban," urai Buya Yahya.
Niat Kurban di Hari Raya Idul Adha
نويت أن أاضحي للهِ تَعَالى
Nawaitu an udhahhi lillaahi ta’aalaa
Artinya, “Saya niat berkurban karena Allah Ta’ala.”
Bacaan Saat Menyembelih Hewan Kurban
doa menyembelih hewan kurban sebagai berikut:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَلَكَ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّيْ
Bismillaahi wallaahu akbaru allaahumma minka walaka - Allahumma taqobbal minni
Artinya : Dengan nama Allah (aku menyembelih), Allah maha besar. Ya Allah (ternak ini) dari-Mu (nikmat yang engkau berikan, dan kami sembelih) untuk-Mu. Ya Allah! Terimalah kurban dariku" (HR Muslim).
Namun secara umum, sah saja jika membaca doa singkat sebagai berikut:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَ
Arab-Latin: Bismillahi wallahu akbar
Artinya: Dengan menyebut nama Allah dan Allah Maha Besar.
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2025, Buya Yahya Sebut Boleh Geser Hari Karena Udzur |
![]() |
---|
Jadwal 1 Rabiul Awal 1447 Hijriyah, Ustadz Adi Hidayat Urai Amalan Sholawat bagi Umat Muslim |
![]() |
---|
Hukum Merayakan Maulid Nabi bagi Umat Islam, Ini Kata Ustadz Adi Hidayat |
![]() |
---|
Bacaan Sholawat Ibrahimiyah Bisa Diamalkan di Bulan Maulid, Ustadz Adi Hidayat Urai Hikmahnya |
![]() |
---|
Bacaan Doa Buka Puasa Senin Kamis, Buya Yahya Anjurkan Pentingnya Berbuka Sesuai Sunnah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.