Tajuk
Jangan Senasib Baim Wong
Kasus pencatutan akun media sosial milik pejabat, publik figur makin sering terjadi Ini mirip pencatutan nama Baim Wong untuk penipuan giveway
BANJARMASINPOST.CO.ID - Akhir-akhir ini muncul sejumlah laporan kasus pencatutan akun media sosial milik pejabat, publik figur bahkan orang biasa. Ini mirip dengan pencatutan nama Baim Wong untuk penipuan berdalih giveaway di media sosial.
Kini, hal serupa juga menimpa sejumlah tokoh dan publik figur di Kalsel. Kasus terbaru adalah pencatutan foto dan akun medsos Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri. Kemudian, akun Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, dan selebgram Halimatus Sa’diah atau yang akrab disapa Elly.
Media sosialnya seyogyanya menjadi sarana untuk memperluas jaringan pergaulan yang tak terjangkau di dunia nyata. Namun seiring perkembangannya, malah memunculkan sejumlah efek negatif. Satu di antaranya jadi sarana penipuan.
Saat ini berbagai modus penipuan dilakukan melalui media sosial. termasuk membajak atau mencatut nama pesohor untuk menipu. Ada yang membuat akun baru dengan nama publik figur, lalu menghubungi orang-orang yang jadi temannya.
Walaupun sudah sering terjadi dan diberitakan, masih saja ada yang tertipu sejumlah modus penipuan dengan pencatutan nama publik figur itu. Lihat saja, kasus pencatutan nama Baim Wong masih saja terjadi. Terbaru terjadi di Tanjungbalai, Sumatera Utara.
Mengenai hal ini, sosialisasi pada masyarakat pengguna media sosial mesti lebih digencarkan oleh pemerintah baik melalui kepolisian, kominfo dan lainnya. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih leluasa membedakan mana penipuan dan asli di media sosial.
Ya, imbas banyaknya penipuan media sosial, tak sedikit orang curiga ketika ada chat yang masuk dengan meminta bantuan, terutama uang. Hal seperti ini yang harus disosialisasikan kepada masyarakat.
Pihak terkait bisa menyosialisasikan akun seperti apa yang asli dan palsu, seperti apa ciri akun kita sedang diretas, bagaimana penanganan pertama jika akun medsos diretas dan berbagai hal yang bisa mengurangi tindak penipuan.
Selama ini, sosialisasi kebanyakan hanya terkait penanganan kabar hoaks yang sempat merajalela, terutama ketika momen pemilihan umum. Tentunya, dikembangkan lagi dengan sosialisasi penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Tajuk-Mudik-Bijak.jpg)