Religi

Sikap yang Benar saat Ada Keluarga Meninggal Dunia, Ustadz Abdul Somad: Menangis Tapi Jangan Meratap

Penceramah Ustadz Abdul Somad menerangkan hukum menangis ketika ada keluarga, kerabat, sahabat dan orang tersayang lainnya meninggal dunia.

Penulis: Mariana | Editor: Edi Nugroho
kanal youtube SUPIR USTADZ
Penceramah Ustadz Abdul Somad menjelaskan secara gamblang sikap saat ada keluarga yang meninggal dunia. 

Selanjutnya memperbanyak sedekah, meninggalnya anak atau suami atau keluarga karena Allah lebih sayang, segala sesuatu di muka bumi adalah milik Allah termasuk diri kita, maka suatu saat akan kembali kepada-Nya.

Anak-anak yang belum akil baligh akan masuk surga, dan ketika di surga ia akan membawa serta orang yang melahirkan dan membesarkannya.

"Ditariknya jubah Ibu, lalu Ibu ikut ke surga bersamanya, anak-anak kecil itu di surga membawa nampan-nampan yang berisi air minum menjadi pelayan-pelayan surga," ucap Ustadz Abdul Somad.

Meninggalnya orang tercinta menjadi ujian yang didapatkan seorang hamba namun jika hamba tersebut ridho, maka Ustadz Abdul Somad mengatakan pahala yang didapat lebih tinggi dari amal shaleh, meliputi zakat, infaq, puasa, habi mabrur, dan jihad.

Ustadz Abdul Somad menambahkan ada amalan bagi umat muslim agar selalu dalam penjagaan Allah SWT.

Selain sholat lima waktu, diungkapkan Ustadz Abdul Somad ada sejumlah ayat Alquran yang hendaknya senantiasa diamalkan sehingga hidup tenang dan dijaga Allah dari hal-hal buruk termasuk maksiat.

Di antara ayat-ayat Alquran yang dibaca itu, Ustadz Abdul Somad menerangkan termasuk di antaranya Surah Al-Fatihah yakni disebut induknya Alquran.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan umat Islam yang beriman hendaknya tak hanya mengerjakan sholat lima waktu namun juga amalan-amalan sunnah.

"Sholat sunnah, di antaranya sholat Tahajud, sholat Dhuha, sholat Qabliyah dan Ba'diyah, lalu setelah sholat Subuh usahakan membaca Surah Al-Fatihah 1 kali, Surah Al-Ikhlas 1 kali, Surah Al-Falaq 1 kali, Surah An-Naas 1 kali, pangkal Surah Al-Baqarah, Ayat Kursi, ujung Surah Al-Baqarah, bacaan tasbih, tahmid, dan takbir, kemudian ditutup shalawat, ada sembilan bacaan," urai Ustadz Abdul Somad.

Bacaan ini diamalkan pada Subuh, atau selepas Maghrib bagi yang membaca di waktu demikian maka dijaga Allah sampai waktu itu berlanjut keesokan harinya.

Selain itu, surah-surah di Alquran yakni Surah Al-Fatihah, Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, Surah An-Naas dipercaya dapat membuka simpul sihir.

"Ditambah membaca pangkal dan ujung Surah Al-Baqarah, serta Ayat Kursi, maka dijaga Allah dimanapun berada," tukas Ustadz Abdul Somad.

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved