Ekonomi dan Bisnis
Bos OJK Kalimantan Puji Balangan, Program KPMR Mendapat Respons Antusias UMKM Kalsel
Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR) merupakan kredit/pembiayaan yang diberikan oleh lembaga jasa keuangan formal kepada pelaku UMK.
Penulis: Mulyadi Danu Saputra | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Satu di antara upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengedukasi masyarakat, khususnya wilayah perdesaan, adalah melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR).
Ini juga satu bentuk kontribusi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendukung upaya pemerintah daerah (pemda) untuk memajukan dan mengembangkan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) setempat.
Kepala Kantor OJK Regional 9 Kalimantan, Darmansyah, menyampaikan, KPMR merupakan kredit/pembiayaan yang diberikan oleh lembaga jasa keuangan formal kepada pelaku UMK.
"Prosesnya cepat, mudah dan berbiaya rendah, untuk mengurangi ketergantungan/pengaruh entitas kredit informal/ilegal," tutur dia pada acara OJK Media Update Insan Pers Se-Kalimantan di Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis (6/7/2023).
Darmansyah membeberkan, di Provinsi Kalimantan Selatan, program KPMR direspons positif oleh pemerintah daerah.
Baca juga: Peluang Bisnis Sewa Pakaian Adat, Begini Cerita Pemilik Tasya Collection Banjarbaru
Baca juga: Harga Bahan Pangan Naik Pasca-Iduladha, Marwiyah Pilih Belanja Eceran
Baca juga: Tangkap Peluang Usaha di Momen MTQ, Disnakerind Tala Gandeng IKM Jual Souvenir
"Bahkan di Kabupaten Balangan, bunganya 0 persen. Artinya UMKM membayar angsuran sesuai pinjaman. Luar biasa Pak Bupati mendukung pegiat UMKM di daerahnya," puji Darman yang baru tiga bulan bertugas di Kalimantan Selatan.
Mantan Direktur Humas OJK RI itu berharap selanjutnya makin banyak UMKM Kalsel yang memanfaatkan program itu
Sementara itu, Deputi Perencanaan, Pengembangan, Evaluasi Literasi dan Edukasi Keuangan, Yulianta, memaparkan soal desa cakap keuangan, yakni program OJK untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa terhadap lembaga layanan jasa keuangan, baik konvensional maupun syariah.
Caranya, OJK melatih perangkat desa jadi trainer atau training of trainer. Selanjutnya, mereka menyampaikan kepada masyarakat desa atau training of community.
Sebelumnya, Direktur Pengawas LJK 1 OJK Regional 4 Jatim, Nasirwan, yang menyampaikan sambutan awal, OJK terkini adalah media friendly, transparan, informatif, komunikatif.
Baca juga: Pemungutan PPN oleh Instansi Pemerintah
Baca juga: Cek Harga Resmi Terbaru Rumah Tapak Subsidi 2023-2024 Wilayah Kalimantan, Kini Jadi Rp182 Juta
Baca juga: Lowongan Kerja PT Pelni, Dicari Untuk 14 Posisi Ini, Simak Syarat dan Kualifikasinya
"OJK memandang insan pers sebagai satu stakeholder. Sarana komunikasi kebijakan, channel edukasi masyarakat," ucap dia.
Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Pengawasan LJK Kantor Regional 9 Kalimantan, Ahimsa; Kepala OJK Kalteng, Otto Fitriandy dan Kepala OJK Kalbar, Maulana Yasin.
Sedangkan peserta para jurnalis dari Kalsel, Kalteng, Kaltim dan Kalbar.
(Banjarmasinpost.co.id/Mulyadi Danu Saputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Kepala-Kantor-OJK-Regional-9-Kalimantan-Darmansyah.jpg)