Religi

Ustadz Abdul Somad Urai Hukum Pahala Sedekah Diniatkan untuk Orang yang Meninggal Dunia, Ini Caranya

Ustadz Abdul Somad dalam satu ceramahnya menjelaskan hukum sedekah yang pahalanya diniatkan untuk orang yang meninggal dunia.

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
kanal youtube Ustadz Abdul Somad Official Fans
Ustadz Abdul Somad .Dalam satu ceramahnya Ustadz Abdul Somad menguraikan hukum sedekah yang pahalanya diniatkan untuk orang yang telah meninggal dunia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Ustadz Abdul Somad menguraikan hukum sedekah yang pahalanya diniatkan untuk orang yang meninggal dunia.

Diterangkan Ustadz Abdul Somad, hal tersebut boleh hukumnya sebagaimana yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

Ustadz Abdul Somad menyebutkan terkait pahala yang dihadiahkan akan sampai kepada orang yang dimaksud.

Amalan sedekah adalah menginfakkan harta atau uang bagi yang membutuhkan dan diniatkan karena Allah Ta'ala.

Sedekah sendiri merupakan amalan yang dicintai Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ayat Al-Qur'an yang menyebutkan tentang sedekah salah satunya dalam surat Al-Baqarah ayat 271.

Baca juga: Hukum Berkurban Pada 13 Zulhijjah Dipaparkan Ustadz Abdul Somad, Ingatkan Sebelum Masuk Maghrib

Baca juga: Cara Menasihati Teman yang Bermaksiat, Buya Yahya Beri Penjelasan dalam Ceramahnya

Ustadz Abdul Somad menjelaskan orang yang bersedekah pahalanya dihadiahkan kepada orang-orang meninggal dunia bisa, misalnya kepada ayah atau ibu maka hukumnya mubah dilakukan.

"Pahalanya akan sampai kepada ayah atau ibu yang diniatkan, sebagaimana hadits Bukhari yang menyebutkan pahala sampai untuk orang yang dihadiahkan," papar Ustadz Abdul Somad dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal Tanya Ustadz Abdul Somad.

Hadits yang dimaksud berbunyi:

Dari ‘Aisyah rodhiallahu ‘anha, bahwa ada seorang lelaki yang berkata kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ، إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ تَصَدَّقْ عَنْهَا»

“Ibuku mati mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau?” Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu.”
(HR. Al Bukhari 1388 dan Muslim 1004)

"Itu dalil sedekah boleh untuk orang yang sudah wafat, apa sedekah yang paling afdhol? Nabi bersabda memberi air minum," jelas Ustadz Abdul Somad.

Di dataran Arab Saudi tepatnya di Mekkah, diceritakan Ustadz Abdul Somad di gang-gang kecil kerap ditemukan freezer yang berisi air minum, sama halnya di Mesir pun banyak dijumpai orang-orang banyak bersedekah ar minum.

"Kenapa Nabi Muhammad SAW menyebut sedekah paling afdhol adalah air minum? Karena gurun pasir panas dahaga," ujar Ustadz Abdul Somad.

Meski demikian, sedekah apapun bagus untuk dilakukan terlebih menyedekahkan sesuatu yang paling banyak dicari atau dibutuhkan.

Baca juga: Amalan Utama di Bulan Muharram 2023, Ustadz Khalid Basalamah Jabarkan Hikmahnya

Baca juga: Buya Yahya Beri Nasihat bagi Fakir Miskin yang Ingin Berderma, Amalkan Hal Ini untuk Raih Pahala

Misalnya, memberi lampu untuk penerangan mesjid, memberi mic dan lainnya, apapun yang sedang diperlukan dan paling banyak hajat dari orang-orang itulah sedekah yang paling baik.

Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab  memberikan penjelasan bahwa ulama telah sepakat bersedekah kepada sanak saudara lebih utama sebelum kepada orang lain.

“Ulama sepakat  bahwa sedekah kepada keluarga, kerabat lebih utama daripada sedekah kepada orang lain. Hadis-hadis yang menyebutkan hal tersebut sangat banyak dan terkenal.”

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Mas’ud Al-Badri berkata, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya seorang muslim itu apabila memberikan nafkah kepada keluarganya dan dia mengharapkan pahala darinya, maka nafkahnya itu sebagai sedekah”.

Ustadz Abdul Somad menambahkan sesuai sabda Nabi Muhammad SAW memperbanyak sedekah sirri atau dilakukan secara diam-diam menolak mati jelek atau buruk.

"Selain itu sedekah diam-diam menolak musibah dan bala bencana. Sahabat Nabi SAW menyumbangkan sumur, dulu orang yang paling kaya di Madinah orang yang memiliki sumur," kata Ustadz Abdul Somad.

Ia menuturkan hingga saat ini di Saudi Arabia minyak lebih murah dari air. Sumur tersebut terletak di depan Mesjid Nabawi.

Yang punya sumur dan kebun kurma itu namanya Abu Talhah, ada disebut dalam hadits, itu menunjukkan menyebut nama dalam menyumbang atau sedekah hukumnya boleh.

Ada pula sumur yang disumbangan Usman Bin Affan, ada pula di zaman dulu menyumbang 600 batang pohon kurma.

Kebiasaan menyumbang atau bersedekah di Timur Tengah misalnya Mesir tidak dilakukan formal sebagaimana umumnya di Indonesia.

Tonton Videonya

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved