Religi

Bagaimana Tak Bisa Puasa Asyura Sebab Berhalangan, Buya Yahya Imbau Amalkan Hal Ini

Buya Yahya menjelaskan amalan yang bisa dilakukan seseorang yang berhalangan karena udzur syar'i,sehingga tak bisa jalani Puasa Asyura

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
kanal youtube Al-Bahjah TV
Buya Yahya. Dalam satu ceramahnya Buya Yahya menjelaskan amalan yang bisa dilakukan seseorang yang berhalangan karena udzur syar'i, sehinga tak bisa Puasa Asyura 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penceramah Buya Yahya menjelaskan amalan yang bisa dilakukan seseorang yang berhalangan karena udzur syar'i, sehingga tidak bisa melaksanakan Puasa Asyura.

Di antara udzur syar'i tersebut yakni menstruasi dan nifas bagi perempuan, dipaparkan Buya Yahya hendaknya bisa mengerjakan sejumlah amalan untuk memanfaatkan waktu selama berhalangan.

Amalan yang bisa dikerjakan Wanita Haid saat momentum hari Asyura, Buya Yahya menjabarkan salah satunya adalah dzikir.

Melakukan amalan lain karena berhalangan dan tanda penyesalan, maka orang tersebut akan mendapatkan pahala setara Puasa Asyura.

Kini umat muslim memasuki tahun baru Islam yakni 1 Muharram 1445 Hijriyah, bulan pertama dalam kalender Islam.

Baca juga: Niat Puasa Asyura Digabung Shiyam Senin Kamis, Buya Yahya Ungkap Nilai Pahalanya

Baca juga: Amalan Selain Puasa Asyura Di Bulan Muharram, Ustadz Adi Hidayat Imbau Amalkan Ini

Di bulan Muharram terdapat amalan sunnah yang tidak ditemukan di bulan-bulan lain, yaitu puasa Asyura.

Puasa Asyura yakni puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini hukumnya sunnah bagi kaum muslim.

Seorang wanita yang sedang haid dilarang untuk beribadah, utamanya ibadah-ibadah fardhu dan sunnah misalnya sholat dan puasa.

Buya Yahya menjelaskan bagi wanita yang uzur atau sedang haid di tanggal 10 Muharram namun ingin sekali mengerjakan Puasa Asyura maka bisa memanfaatkan waktu selama haid untuk berdzikir atau bersholawat kepada Allah SWT, karena diharamkan berpuasa dalam keadaan tidak suci.

"Kalau Anda memang sudah bercita-cita dari jauh-jauh hari, berniat sungguh-sungguh ingin puasa 10 Muharram dan Allah Maha Mengetahui, biarpun Anda dalam keadaan uzur, Anda sudah mendapatkan pahala," jelas Buya Yahya dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Kendati demikian tidak ada amalan pengganti setara Puasa Asyura. Namun Allah Maha Kasih tetap memberikan pahala kepada muslimah yang menyesal tak dapat berpuasa Asyura.

Penyesalan sungguh-sungguh yang dilakukan muslimah tersebut tampak pada kerinduan ingin melaksanakan Puasa Asyura, seandainya dalam keadaan suci akan berpuasa maka Allah berikan pahala kepada orang yang demikian.

"Rasa penyesalan yang ditampakkan misalnya karena tidak bisa Puasa Asyura maka diganti dengan bersholawat dari pagi sampai malam bukan berarti sholawat adalah amal pengganti, namun tanda penyesalan," ucap Buya Yahya.

Waktu pelaksanaan Puasa Asyura tak bisa digeser layaknya Puasa Ayyamul Bidh yang dapat disesuaikan saat ada uzur yang mana sebelumnya sudah menjadi rutinitas.

Buya Yahya menekankan niat puasa tidak harus menggunakan Bahasa Arab dan tidak harus diucapkan secara lisan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved