Ekonomi dan Bisnis
Petani di Tabalong Tak Lagi Tanam Bawang Putih, Ini Penyebabnya
Petani di Tabalong tak lagi menanam Bawang Putih. Terakhir, mereka menanam tanaman itu tahun 2016
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pada 2015, sejumlah petani di Kabupaten Tabalong menerima bantuan bibit bawang putih. Khususnya petani di Kecamatan Jaro dan Muara Uya. Bantuan ini diberikan oleh lembaga swasta dengan harapan tanaman bawang putih bisa berkembang di Tabalong.
Seiring berjalannya waktu, budidaya bawang putih di Bumi Sarabakawa ini tidak bertahan. Terakhir, tanaman tersebut ditanam pada 2016.
Sebagaimana yang dibeberkan oleh Analis Pasar Pertanian Dinas Pertanian Tabalong, Sri Astuti, petani di kabupaten ini sudah cukup lama tidak pernah menanam bawang putih. Bahkan terakhir pada 2016.
“Kelompok tani rata-rata menolak kalau ada tawaran bantuan bawang putih, karena memang keberhasilannya kecil,” ungkap Sri.
Baca juga: Bawang Merah di Banjarmasin Turun, Kini Giliran Harga Bawang Putih di Pasaran Naik
Baca juga: Bawang Putih Tembus Rp 44 Ribu per Kilogram
Selain itu, lanjutnya, budidaya bawang putih di Tabalong sulit karena tanaman ini komoditas dataran tinggi seperti juga kentang dan wortel. Ini tidak cocok untuk dikembangkan di kabupaten yang datarannya tidak terlalu tinggi.
Petani bawang putih berubah haluan menanam holtikultura sayuran. Rata-rata cabai dan bawang merah. Saat ini Tabalong lebih mengenalkan produk cabai yakni tiung yang sudah dilakukan pengiriman hingga pasar nasional.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman mengakui budidaya bawang putih sulit dikembangkan di Banua. Hal tersebut karena kondisi tanah di Kalsel yang kurang subur.
“Bawang putih harus di dataran tinggi dengan iklim dingin,” ungkapnya, Sabtu (29/7).
Syamsir menyatakan sampai sekarang Kalsel bergantung pasokan bawang putih dari daerah luar. Seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Memang, pengembangan usaha perkebunan bawang banyak terdapat di daerah tersebut.
Baca juga: dr Zaidul Akbar Bagikan Resep Atasi Rambut Rontok, Cukup dengan Bawang Putih
Meski begitu, Syamsir menyatakan ketergantungan pasokan bawang dari Jawa bukan Kalsel saja.
“Bahkan mereka [Jawa] kebanyakan impor, jadi tidak hanya Kalsel, tapi provinsi lain juga,” ujarnya.
Kendati masih bergantung dengan daerah luar, Syamsir mengklaim pemenuhan kebutuhan bawang putih di Kalsel secara umum mencukupi. (ell/msr)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/panen-bawang-putih-di-desa-garagata-kecamatan-jaro_20180325_114611.jpg)