Berita Tanahlaut

Mahasiswa UMB Jalani KKN di Tanahlaut, Rijal: Tempatkan di Rumah Warga yang Paling Sakit

Sebanyak 55 mahasiswa UMB menjalani KKN di Kabupaten Tanahlaut. Mereka disebar di enam desa dua kecamatan yakni Kurau dan Pelaihari

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
ASISTEN 1 Setda Tala H Hairul Rijal memasang jaket dan topi kepada perwakilan mahasiswa UMB yang mulai hari, Senin (31/7/2023), menjalani KKN di Tanahlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Setelah beberapa semester belajar di bangku kuliah (kampus), saat ini sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Kalimantan Selatan (Kalsel), menjalani kegiatan lapangan.

Mereka mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat atau yang familiar disebut KKN (kuliah kerja nyata) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di Tala, mereka menyebar di enam desa pada dua kecamatan yaitu Kurau dan Pelaihari.

Sebagian besar berada di Kecamatan Kurau yakni di Desa Tambak Sarinah, Kali Besar, Tambak Karya, dan Raden. Dua desa lainnya di Kecamatan Pelaihari yaitu Desa Panggung dan Tungkaran.

"Tempatkan mereka di rumah warga yang paling sakit," ucap H Hairul Rijal, asisten 1 Sekretariat Daerah (Setda) Tala.

Baca juga: Awaludin Berharap Kegiatan KKN Mahasiswa ULM Banjarmasih ke Kotabaru Lebih Banyak Lagi

Baca juga: KKN di Kabupaten Banjar, 56 Mahasiswa Disebar ke Sejumlah Desa, Ini Pesan Bupati

Baca juga: Mahasiswa UMB KKN Tematik Tuntaskan Stunting di Kabupaten Barito Kuala

Penegasan itu ia sampaikan mewakili Bupati Tala pada acara Pelepasan dan Penerimaan Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Banjarmasin di aula Kantor Kelurahan Angsau, Senin (31/7/2023).

Ia menuturkan, dulu dirinya saat menjalani KKN mencari rumah warga yang paling bersahaja (sakit). Lantainya cuma beralas tanah, papan dinding pun tak sepenuhnya tertutup rapat.

"Jadi, adik-adik mahasiswa ini juga harus begitu, cari rumah warga yang paling sakit. Kalau tempatnya bagus, ya sama saja dengan di kos-kosan," sebut Rijal.

Menurutnya hal tersebut cukup penting agar ketika menjalani masa KKN, mahasiswa benar-benar dapat merasakan kesahajaan kehidupan warga kampung.

Dengan begitu muncul rasa syukur yang besar karena masih banyak orang lain yang hidup dalam kondisi yang serba terbatas atau diselubungi kekurangan.

"Rasakan dan nikmatilah kondisi yang sakit itu maka akan dapat merasakan apa yang dirasakan warga kelas bawah," tandas Rijal.

Dikatakannya, banyak manfaat dan pelajaran kehidupan yang bisa didapat ketika selama KKN membaur dan tinggal di rumah warga ekonomi lemah.

Selain akan menguatkan rasa bersyukur kepada Sang Pencipta, juga melatih diri untuk hidup sederhana. 

"Dan, umumnya orang yang sakit seperti itu sangat ramah sehingga kehadiran adik-adik akan diterima dengan senang hati dan lebih dihormati," cetus Rijal.

Rektor UMB Prof Dr H Ahmad Khairuddin MAg mengapresiasi tingginya respons stakeholder di Tala pada kegiatan KKN mahasiswanya tersebut.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved