Karhutla Kalsel
Tangani Karhutla, Kalsel Dapat Tambahan Helikopter dari BNPB
Helikopter MI 8 registrasi EX-08042 dan UH-60A Blackhawk akan digunakan untuk atasi karhutla di Kalsel.
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Karhutla Kalsel. Sempat mendarat darurat di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), helikopter untuk menjatuhkan bom air milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berhasil melanjutkan misi.
Kini, helikopter dengan jenis MI 8 registrasi EX-08042 tersebut telah beroperasi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel, Pormadi Dharma, menjelaskan, operasi tersebut untuk menjalankan misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Bumi Lambung Mangkurat.
Baca juga: Kapolres Banjar Turun Langsung Memadamkan Karhutla di Cintapuri Darussalam Kalsel
Baca juga: Api Karhutla Menyala di Tahura Kabupaten Banjar Kalsel, Truk Tangki Air Dikirim ke Lokasi
Operasi helikopter dapat dilakukan selama masa status keadaan darurat bencana berlaku atau sampai 100 jam terbang.
“Demobilisasi dapat langsung dilakukan jika status keadaan darurat bencana berakhir atau 100 jam terbang telah tercapai. Bisa juga bila ada instruksi lain dari BNPB,” katanya, Selasa (1/8/2023).
Dia mengakui helikopter tersebut sempat melakukan pendaratan darurat, sebelum tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalsel.
Baca juga: Karhutla Kalsel Terkini, Kebakaran Lahan di Wilayah Banjarbaru Paling Parah
Baca juga: Petugas Kerahkan Truk Tangki Air Khusus ke Lokasi Karhutla di Tatakan Kabupaten Tapin Kalsel
Pesawat yang mengangkut 6 orang itu, terdiri dari 5 warga asing dan 1 WNI, itu mengalami vibration warning light atau lampu peringatan adanya vibrasi yang menyala.
“Mendarat darurat karena ada vibrasi di baling-balingnya,” ujarnya.
Vibrasi pada helikopter merupakan sebuah hal yang membahayakan dan memiliki risiko cukup besar.
Baca juga: Kapolresta Kombes Sabana Pastikan Proses Hukum Kasus Penusukan di SMAN 7 Banjarmasin Sesuai Aturan
Baca juga: Kepala Disdik Kalsel Muhammadun Kunjungi SMAN 7 Banjarmasin, Klaim Tidak Ada Bullying
Baca juga: Siswa SMAN 7 Banjarmasin Ditusuk di Dalam Kelas, Tersangka Sempat Tanya Posisi
Berdasarkan prosedur, pesawat perlu mendarat sesegera mungkin.
Selain itu, Pormadi mengungkapkan ada lagi satu tambahan helikopter untuk penanganan karhutla di Kalsel, yaitu Heli UH-60A Blackhawk, telah mendarat di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Selasa (1/8).
“Heli yang akan tiba ini berasal dari Amerika,” katanya.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Kalibaru Kabupaten Hulu Sungai Tengah Diringkus di Kaltim, Motif Gara-gara Ayam
Baca juga: Spesialis Pembobol Kantor Pemerintahan dan Sekolah di HST Dibekuk, Hasil Curian Dijual Secara Online
Baca juga: Tewas Dikeroyok, Tubuh Pemuda di Kotabaru Ini Alami Sejumlah Luka Tusuk dan Bacokan
Dengan demikian, kini Kalsel memiliki 6 helikopter untuk penanganan karhutla. Empat water bombing dan dua untuk patroli.
Tambahan satu heli ini diyakini menambah kekuatan dalam penanggulangan karhutla.
Operasional heli diprioritaskan penanganan kebakaran ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Baca juga: Jasad Bayi yang Ditemukan di Sungai Pitap Kabupaten Balangan Dibawa ke Banjarmasin untuk Tes DNA
Baca juga: Mayat Bayi Mengapung di Sungai di Balangan Diidentifikasi, Usia Belum sampai 24 jam
Baca juga: BREAKING News : Heboh Mayat Bayi Perempuan Mengapung di Sungai di Balangan, Ditemukan Pencari Keong
Di sisi lain, BPBD Kalsel juga akan mengusulkan perpanjangan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan kepada BNPB.
Diketahui, hujan buatan di langit Kalsel telah berakhir pada 29 Juli dengan total 15 kali sorti penerbangan.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Sikorsky-UH-60A-Blackhawk-untuk-mengatasi-karhutla-di-Kalsel-selasa-01082023-1.jpg)