Berita Banjarmasin

Buntut Penusukan Siswa di SMAN 7 Banjarmasin, Wacana Metal Detector di Sekolah Jadi Sorotan Dewan

Komisi IV DPRD Kalsel memanggil Kadisdikbud terkait penusukan di SMAN 7 Banjarmasin. Dalam pertemuan itu, dibahas tentang pengadaan metal detector

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Muhammadun meladeni wawancara awak media usai rapat tertutup bersama Komisi IV DPRD Kalsel, Rabu (2/8/2023) di Gedung DPRD Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penusukan siswa SMAN 7 Banjarmasin oleh temannya di kelas pada Senin (31/7) pagi disikapi Komisi IV DPRD Kalsel. Komisi yang juga membidangi pendidikan itu memanggil dan menanyai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kalsel Muhammadun, Rabu (2/8). Namun, pertemuan hampir dua jam itu digelar tertutup.

Usai pertemuan, Muhammadun membeberkan ada beberapa hal yang dibahas. Antara lain rencana pengadaan metal detector di setiap SMAN dan SMKN yang berada di bawah Disdikbud Kalsel.

“Itu sebagai upaya pencegahan masuknya benda-benda berbahaya ke dalam lingkungan sekolah,” ujarnya.

Kendati begitu, Muhammadun belum bisa memastikan pengadaannya di setiap sekolah berkaitan anggaran. “Kita prioritaskan sekolah yang berada di daerah seperti Banjarmasin, Banjar,dan Banjarbaru. Kalau di perdesaan agak kurang hal-hal seperti itu,” tuturnya.

Hal lain yang dibahas adalah evaluasi kurikulum. Kurikulum bakal ditambah dengan kearifan lokal. Kemudian, masa pengenalan lingkungan sekolah akan ditambah. Bila biasanya hanya tiga hari, nantinya menjadi tujuh hari.

Mengenai kasus penusukan, Muhammadun mengimbau semua pihak menyerahkannya kepada polisi dan tidak menghakimi.

“Keduanya sama-sama pelajar dan masih di bawah umur. Soal perkara, serahkan saja kepada pihak berwajib,” katanya.

MRN (15) siswa kelas X ditusuk temannya dari kelas lain yakni ARR (15). Akibatnya MRN menderita luka di bahu, pinggang dan perut sehingga masih harus menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Sedangkan ARR kini menjalani proses hukum di Polresta Banjarmasin.

Untuk mencegah kasus ini terulang, Ketua Komisi IV M Lutfi Saifuddin menyambut baik rencana pengadaan metal detector di setiap sekolah. “Jujur, anak laki-laki yang bawa senjata tajam ke mana-mana itu sudah menjadi budaya di tempat kita. Jadi, jangan sampai budaya negatif seperti itu bisa masuk sekolah,” ucapnya usai rapat.

Tapi, Lutfi menyatakan rencana itu harus dibahas lagi dengan pihak terkait seperti Tim Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Pemprov Kalsel. “Jika melihat urgenitasnya, mudah-mudahan bisa disegerakan,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Di samping upaya pencegahan, Lutfi mendorong Disdikbud Kalsel meningkatkan pendidikan karakter siswa serta meminta guru lebih dekat dengan anak didik. “Jadi tak sekadar menjalankan proses mengajar, tetapi ada ikatan emosional,” tuturnya.

Pengamat pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Reja Pahlevi, menanggapi baik rencana pengadaan metal detector sebagai upaya pencegahan. Namun, menurutnya, pengadaan alat pendeteksi logam di sekolah tidak mendesak. “Memang bagus, tapi tidak urgent,” ujar dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini, Rabu.

Reja menyarankan sekolah memaksimalkan program pembentukan karakter, nilai kebersamaan dan kegiatan yang bersifat kerohanian.

Terlepas dari kasus penusukan, Reja menyarankan kepada dinas pendidikan juga menyikapi isu bullying atau perundungan. Soalnya tindakan tersebut masih terjadi di sekolah. Di antaranya dengan sosialisasi, penyuluhan dan bimbingan kepada siswa mengenai cara menanggapi perundungan. Pasalnya, Reja menilai materi semacam itu jarang didapat siswa di sekolah.

Mengenai perkembangan kasusnya, Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Thomas Afrian menyatakan sudah naik ke tahap penyidikan. Status pelaku yakni anak yang berhadapan dengan hukum. “Hal itu kami tetapkan melihat usia pelaku yang masih 15 tahun,” terangnya, Rabu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved