Tajuk
Ini Sekolah Apa Bandara?
Penusukan siswa di SMAN 7 Banjarmasin memunculkan wacana pengadaan Metal Detector di sekolah. Tujuannya untuk mencegah siswa membawa pisau
BANJARMASINPOST.CO.ID - MASIH hangat kasus penusukan siswa di SMAN 7 Banjarmasin oleh temannya di kelas yang terjadi pada Senin (31/7) pagi lalu. Ada dugaan jika penusukan itu terjadi karena adanya bullying. Meskipun orangtua korban dan sejumlah pihak membantahnya.
Namun, buntut dari kejadian ini, malah muncul wacana latah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel. Kepala Kadisdik Kalsel, Muhammadun mewacanakan adanya metal detector di sekolah. Tujuannya untuk menangkal bahan-bahan berbahaya masuk sekolah yang dibawa siswa. Praktis, siswa nantinya masuk gerbang sekolah bagai masuk bandar udara (bandara), ketika mau naik pesawat harus melewati metal detector.
Tak tanggung-tanggung, Muhammadun juga sudah membahas rencana untuk pengadaan metal detector di setiap SMAN dan SMKN yang berada di bawah Disdikbud Kalsel, meskipun, anggarannya kini belum jelas dari mana diambil. Namun, dia mempriotitas bagi sekolah di perkotaan.
Wacana ini otomatis menuai pro dan kontra. Menariknya, sejumlah anggota DPRD Kalsel juga mendukung kebijakan yang bakal menjadi pertama di Indonesia, bahkan dunia itu. Seperti Ketua Komisi IV M Lutfi Saifuddin yang menilai adanya budaya membawa senjata tajam bagi anak laki-laki di Kalsel.
Penyediaan metal detector itu memang bisa jadi solusi sesaat. Tapi seharusnya dinas pendidikan melihat lebih dalam. Dengan metal detector mungkin bisa mencegah siswa bawa pisau dan melakukan aksi seperti di SMAN 7. Namun, siapa menjamin tak ada tindakan serupa dengan menggunakan alat lain?
Oleh karenanya, yang harus dilakukan adalah pencegahan lewat jiwa siswa. Harus ada tindakan nyata dari pemerintah dan sekolah agar rohani siswa tersentuh. Jika sudah tersentuh jiwa, tak ada keinginan siswa untuk membully hingga menyakiti temannya.
Oleh karenanya, pihak sekolah bisa menambah muatan-muatan yang memperkuat karakter siswanya. Bahkan jika perlu dijadwal untuk melihatkan ulama, psikolog dan lainnya agar karakter siswa itu kian kuat.
Selain itu, sekolah terutama pendidik juga harus peka pada siswanya. Jika ada perubahan sikap siswanya, mesti didekati dari hati ke hati. Juga menanggapi setiap laporan pembullyan dari siswa, jangan malah dianggap sepele apalagi ditertawakan.
Jika ini sudah dilakukan, tentunya tak perlu lagi ada metal detector di sekolah. Biaya pengadaannya bisa dialihkan untuk membina karakter siswa agar tidak berjiwa pem-bully dan pendendam. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Tajuk-Mudik-Bijak.jpg)