Liga 1 Indonesia

Pendapatan Bali United Rp 125 M Efek Bursa Saham, Persis dan RANS FC Serta Persib Bandung Mau Susul?

Bali United jadi klub Liga 1 2023/2024 berpendapan Rp 125 miliar. RANS Nusantara FC, Persis Solo, Persija Jakarta dan Persib Bandung ke Bursa Saham?

Editor: Murhan
Instagram PSM Makassar
Bali United melawan PSM Makassar dalam leg pertama play-off Liga Champions Asia 2023 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (6/6/2023). 

RANS terbuka untuk menjalani bisnis dengan masyarakat Indonesia.

"Sejalan dengan misi kami agar seluruh masyarakat bisa menjadi bagian dari keluarga besar RANS, dengan ini kami membuka kesempatan melalui kerja sama kemitraan (collaboration partnership) untuk setiap unit bisnis baru yang diluncurkan oleh RANS. Tunggu tanggal mainnya," tutur Raffi.

Selain RANS Nusantara, Persis Solo juga pernah dikabarkan akan melantai di Bursa Efek.

Klub bola yang dikelola oleh putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, PT Persis Solo Saestu (PSS) dikabarkan bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bila Initial Public Offering (IPO) tersebut terlaksana, maka Persis Solo akan mengikuti jejak Bali United (BOLA) yang sebelumnya telah menjadi perusahaan terbuka.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menyambut baik kabar tersebut.

“Informasi tentang rencana IPO dari Persis Solo merupakan kabar yang menggembirakan, namun sampai dengan 26 Maret 2021 kami memiliki 24 pipeline saham dan belum terdapat klub bola di dalamnya,” kata Nyoman Minggu (28/3/2021).

Nyoman mengatakan, setelah Bali United (BOLA) menjadi Perusahaan Tercatat di Bursa, beberapa klub sepak bola di Indonesia telah menunjukkan minat untuk dapat melakukan IPO dan memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk bertransformasi dan bertumbuh.

Oleh karena itu ia berharap, Persis Solo dan klub-klub sepak bola lainnya di Indonesia dapat segera menjadi perusahaan publik dan tercatat di BEI, sehingga memberikan kesempatan para supporter klub tersebut untuk ikut memiliki sahamnya.

Meski begitu, Nyoman mengatakan, bila klub sepak bola ingin masuk ke pasar modal, maka diperlukan persiapan yang komprehensif karena kondisi ekonomi dan pasar modal yang dinamis.

“Kami memberikan dukungan melalui diskusi dan sharing informasi mengenai IPO dan menjadi Perusahaan Tercatat di BEI. Kami berharap dengan kondisi pemulihan perekonomian dan pasar modal tahun ini serta adanya kemungkinan akan dimulainya kembali kompetisi liga sepak bola di Indonesia, rencana klub-klub sepak bola menjadi Perusahaan Tercatat di BEI dapat terealisasi,” kata dia.

Nyoman menyampaikan, terdapat beberapa manfaat jika perusahaan yang melakukan IPO. Tidak hanya terbatas pada pendanaan segar saat IPO, klub sepak bola yang sudah tercatat di bursa dapat menerbitkan sahamnya kembali kepada publik melalui rights issue.

“Melalui Pasar Modal klub sepak bola dapat memperoleh pendanaan yang berkelanjutan,” jelas Nyoman.

Ia menambahkan, bila perusahaan memiliki porsi kepemilikan publik lebih dari 40 persen, maka klub bola tersebut akan mendapat insentif penurunan tarif pajak PPh Badan sebesar 3 persen.

Klub bola yang melantai di bursa juga dinilai akan semakun tersorot publik. Mulai dari analis, media, hinggga investor. Hal itu akan menjadi sarana promosi dan meningkatkan mitra strategis atau sponsorship bagi klub.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved