Religi
Cara Mendapatkan Cinta Allah SWT, Ustadz Khalid Basalamah Imbau Perbanyak Ibadah Sunnah
Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan cara mendapatkan cinta dan rahmat Allah SWT.
Penulis: Mariana | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan cara mendapatkan cinta dan rahmat Allah SWT.
Islam memerintahkan umat muslim untuk melaksanakan ibadah-ibadah fardhu yang hukumnya wajib, selain yang wajib dikatakan Ustadz Khalid Basalamah adapula ibadah atau amalan sunnah.
Amalan sunnah tersebut, Ustadz Khalid Basalamah mengungkapkan dapat menjadi sebab Allah memberikan cinta kepada hamba-hamba-Nya.
Amal ibadah adalah perbuatan yang merupakan pengabdian kepada Allah, di antaranya sholat, puasa, dan zakat.
Baca juga: Empat Poin dalam Konsep Taaruf Diungkap Ustadz Khalid Basalamah, Kenali Lewat Pola Tangan
Baca juga: Cinta Dalam Pernikahan Dijabarkan Ustadz Khalid Basalamah, Sesuai Tuntunan Nabi SAW
Selain ibadah wajib, umat Islam juga dianjurkan mengamalkan amalan sunnah, misalnya sholat malam, puasa sunnah, dan lainnya.
Ustadz Khalid Basalamah menerangkan amalan-amalan sunnah dapat membuat umat Islam mendapatkan cinta Allah SWT.
"Amalan sunnah banyak hikmahnya, yang pertama jika mengerjakan ibadah sunnah, ibadah wajibnya tidak terbengkalai, lalu bisa membantu kekurangan amal wajib di hari kiamat," terang Ustadz Khalid Basalamah dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Khalid Basalamah Official.
Di antara yang juga termasuk hikmah amalan sunnah adalah penyebab datangnya cinta Allah SWT kepada umat Islam.
Hal ini sebagaimana digambarkan dalam hadits shahih berikut:
عَن أَبِي هُرَي رَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ : (إِنَّ اللهَ قَالَ: مَن عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَد آذَن تُهُ بِال حَر بِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَب دِي بِشَي ءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا اف تَرَض تُ عَلَي هِ، وَمَا يَزَالُ عَب دِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَح بَب تُهُ: كُن تُ سَم عَهُ الَّذِي يَس مَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُب صِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَب طِشُ بِهَا، وَرِج لَهُ الَّتِي يَم شِي بِهَا، وَإِن سَأَلَنِي لَأُع طِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اس تَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ، وَمَا تَرَدَّد تُ عَن شَي ءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَن نَف سِ ال مُؤ مِنِ، يَك رَهُ ال مَو تَ وَأَنَا أَك رَهُ مَسَاءَتَهُ).
Artinya: Dari Abu Hurairah, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman: Siapa saja yang memusuhi waliKu, maka sungguh Aku telah mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. HambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunah sampai Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang digunakan untuk memegang, dan menjadi kakinya yang digunakan untuk berjalan. Apabila dia memintaKu, benar-benar akan Aku beri. Apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, niscaya benar-benar Aku lindungi dia. Aku tidak pernah ragu-ragu terhadap sesuatu yang Aku lakukan seperti keraguanKu terhadap nyawa seorang mukmin. Ia tidak menyukai kematian dan Aku tidak menyukai hal yang menyusahkannya.” (HR Bukhari No 6502).
"Artinya amalan sunnah ini mengundang cintanya Allah dan membuat Allah selalu menjaga kita," tutur Ustadz Khalid Basalamah.
Baca juga: Ustadz Khalid Basalamah Urai Fungsi Amalan Sunnah, Dianjurkan Tak Hanya Ibadah Wajib
Ustadz Khalid Basalamah menambahkan di hari kiamat nanti, amalan sunnah menjadi pelengkap dan pemberat timbangan dari amal-amal wajib yang telah dilaksanakan semasa hidup.
"Kekurangan dari amal wajib dapat dilengkapi dengan amalan sunnah," jelas Ustadz Khalid Basalamah.
Sebagaimana sabda Nabi SAW dalam hadits berikut:
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ – عَزَّ وَجَلَّ – : اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : حَدِيثٌ حَسَنٌ
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan hadits tersebut hasan.) [HR. Tirmidzi, no. 413 dan An-Nasa’i, no. 466. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.]
Apabila umat Islam senantiasa mengamalkan sholat sunnah, maka di hari akhir saat amal-amal dihisab, sholat sunnah akan membantu kekurangan sholat wajib yang tidak sempurna.
Kendati begitu, pada dasarnya sholat sunnah tidak sebanding dengan sholat wajib, Ustadz Khalid Basalamah mengibaratkan sholat wajib seperti paus sementara sholat sunnah adalah ikan teri.
"Namun sholat sunnah meski ikan teri mampu menggantikan posisi sholat wajib yang kurang, sehingga akhirnya menyempurnakannya," kata Ustadz Khalid Basalamah.
Dan kata Nabi Muhammad SAW, hal itu turut berlaku pada ibadah-ibadah lainnya.
Misalnya, puasa sunnah akan membantu kekurangan puasa Ramadhan, sedekah akan membantu kurangnya zakat, serta umroh akan menyempurnakan kekurangan haji.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Pendakwah-Ustadz-Khalid-Basalamah-menjabarkan-poin-poin-penting-bagi-umat-Islam-sdf.jpg)