Karhutla Kalsel
Sorot Karhutla di Kalsel, Danrem : Pasti Ada Ulah Manusia
Danrem 101/Antasari Brigadir Jenderal TNI Ari Aryanto memberi atensi serius terhadap Karhutla di Kalsel yang hampir setiap hari terjadi
Penulis: Muhammad Syaiful Riki | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komandan Resor Militer (Danrem) 101/Antasari, Brigadir Jenderal TNI Ari Aryanto, memberi atensi serius terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pasalnya, karhutla hampir setiap hari terjadi di sejumlah titik. Alhasil, prajurit TNI pun harus dikerahkan untuk membantu memadamkan api.
“Pencegahan dan pengendalian juga setiap hari kita lakukan. Tapi memang sampai saat ini mungkin belum optimal,” ucapnya, di Banjarmasin, Selasa (22/8/2023) malam.
Ari Aryanto mengatakan pencegahan karhutla harus dilakukan semua pihak. Oleh karena itu, dia berharap kesadaran masyarakat untuk saling menjaga hutan dan lahan.
Baca juga: Hampir Setiap Hari Dilanda Karhutla, Kualitas Udara di Kota Banjarbaru Masuk Kategori Tak Sehat
Baca juga: Karhutla Kalsel - Luas Lahan Terbakar di Kabupaten HST Capai 22,28 Hektare, Warga Khawatirkan ISPA
Di samping itu, Ari Aryanto meyakini kebakaran hutan maupun lahan tidak mungkin terjadi sendiri. Sengaja atau tidak, pasti berasal dari ulah manusia.
“Tidak bisa dipungkiri. Entah itu ada yang membakar atau tidak sengaja membakar, hingga akhirnya merambat ke mana-mana,” ujarnya.
Meski karhutla masih marak, Ari Aryanto menyatakan belum ada rencana penambahan armada udara.
Baca juga: Api Dekati Permukiman, Karhutla di Banjarbaru Bikin Warga Kompleks Bhayangkara Guntung Manggis Risau
Saat ini, enam helikopter dan tiga water boombing dirasa masih cukup untuk menangani karhutla melalui Satgas Udara.
“Saya sudah komunikasi dengan BNPB. Ada rencananya peralatan lain untuk menunjang Satgas Darat, seperti sepeda motor yang ada mesin tengkinya,” tuturnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Danrem-101Antasari-Brigjend-TNI-Ari-Aryanto-usai-rakor-sawit.jpg)