Berita Religi
Tak Hanya untuk Sholat Fardhu Saja, Fungsi Masjid Dijabarkan Ustadz Khalid Basalamah
Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjabarkan fungsi mesjid sebagai rumah ibadah umat muslim tidak hanya digunakan untuk sholat.
Penulis: Mariana | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Ustadz Khalid Basalamah menjabarkan fungsi mesjid sebagai rumah ibadah umat muslim tidak hanya digunakan untuk sholat.
Disampaikan Ustadz Khalid Basalamah, di zaman dulu Rasulullah SAW menerima tamu di mesjid, hal ini memberikan gambaran bagi umat muslim fungsi mesjid tidak hanya untuk sholat namun berfungsi luas.
Tak hanya itu di zaman Nabi Muhamamd SAW, Ustadz Khalid Basalamah mengatakan di mesjid pula Nabi SAW sampaikan majelis ilmu atau dakwah.
Mesjid adalah tempat ibadah bagi umat Islam, selain tempat ibadah mesjid juga dapat digunakan untuk pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Baca juga: STIE Indonesia Atasi Berbagai Kelemahan Untuk Mewujudkan SDM Yang Kuat, Kembangkan Kualitas Dosen
Baca juga: Petani Jemur Padi di Bahu Jalan Raya Desa Sungai Bamban Rantau Badauh Batola, Pakai Terpal Plastik
Mesjid sebagai rumah ibadah umat muslim memiliki ciri khas arsitektur yakni kubah. Berbentuk setengah lingkaran, kubah masjid biasanya berada di bagian tengah bangunan dimana di bawahnya adalah ruangan tempat beribadah para jemaah.
Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan di zaman Nabi Muhammad SAW mesjid berfungsi sangat luas tidak hanya untuk ibadah ritual.
"Beliau lebih banyak menyambut tamu di mesjid, menyampaikan majelis ilmu, sholat lima waktu, dan sholat Jumat," papar Ustadz Khalid Basalamah dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Khalid Basalamah Official.
Ustadz Khalid Basalamah menambahkan seringkali anak-anak ditahnik, anak yang baru lahir dibawa ke Rasulullah SAW, lalu Nabi SAW mengunyah kurma dan disuapkan ke bayi tersebut, kemudian Nabi SAW doakan bayi-bayi tersebut.
Jadi seperti tempat pengumpulan bayi, di pagi hari para orangtuanya datang untuk minta anaknya ditahnik dan didoakan Rasulullah SAW.
"Begitu pula Nabi SAW menyambut tamu-tamu negara di mesjid, siapapun yang datang ke Madinah ingin bertemu Nabi Muhammad SAW selalu di mesjid," terang Ustadz Khalid Basalamah.
Pun juga ketika Nabi SAW membentuk pasukan, usai sholat kemudian duduk di pelataran mesjid mengumpulkan harta untuk jihad baru kemudian membentuk pasukan dan mengaturnya di depan mesjid.
Baca juga: Ratusan Guru Memeriahkan Lomba Gugus KKG Ratu Zaleha Gugus II di Tanah Bumbu, Ada Lomba Baca Puisi
Sehingga fungsi mesjid sangat besar, tak hanya seperti lingkup yang saat ini terlihat mesjid digunakan untuk adzan lalu sholat dan ditutup setelah itu, tak berfungsi maksimal.
"Bahkan ada sebagian mesjid yang terkunci ketika didatangi sehingga tidak bisa sholat,
padahal untuk sholat wajib, alasanya pengurus lagi kerja, ini rumah Allah SWT harusnya bisa terbuka setiap saat," ucap Ustadz Khalid Basalamah.
Meski demikian, salah satu fungsi di zaman Rasulullah yang juga masih ada hingga saat ini adalah majelis ilmu yang digelar di mesjid-mesjid.
Ustadz Khalid Basalamah menuturkan ketika di majelis ilmu di mesjid, sahabat Nabi SAW, Umar bin Khattab sedang duduk bersama beberapa orang sahabatnya, langsung berdzikir.
Sebagaimana Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada sahabat-sahabatnya,
هلموا نزدد إيمانًا، فيذكرون الله عز وجل
Artinya: “Mari kita tambah iman dengan berzikir kepada Allah.”
"Jadi begitu pertama duduk, ngobrol bukan menggosipkan orang, bukan membicarakan hal-hal yang kosong, namun umar mengajak untuk selalu menambah keimanan kita," kata Ustadz Khalid Basalamah.
Ustadz Khalid Basalamah menambahkan, yang dibahas saat berkumpul di antaranya ayat-ayat Alquran, hadist Nabi Muhammad SAW, kisah orang yang shaleh yang hidupnya husnul khatimah, atau suka beramal shaleh seumur hidupnya.
Bisa pula menceritakan kisah orang-orang yang jauh dari agama dan bagaimana orang itu su'ul khotimah, pada saat meninggal matinya buruk atau dalam keadaan bermaksiat misalnya, hal ini bertujuan supaya kita menambah keimanan kepada Allah.
"Satu kali kita berada di majelis orang-orang yang shaleh, misalnya sejam, setengah jam, duduk, bisa saja satu kisah atau sebuah penjelasan ayat Alquran atau hadits Nabi SAW mengubah hidup kita menjadi orang yang patuh kepada seumur hidup kita," terang Ustadz Khalid Basalamah.
Sebaliknya, bisa juga saat duduk di majelis yang buruk, bicaranya selalu maksiat kepada Allah, setengah jam saja sudah cukup mengubah hidup kita menjadi buruk, sampai meninggal bahkan bisa su'ul khotimah.
Tak sedikit orang-orang sadar karena duduk di majelis orang-orang shaleh, mendengar kisah orang-orang shaleh, mendengarkan kisah para taubatnya orang-orang dulu, lalu bersemangat ibadah, menuntut ilmu, bersedekah, shalat malam, berjihad dan lainnya.
"Sehingga hal itu, yang bisa jadi membuat kita termotivasi ingin seperti mereka, sebagaimana Anda duduk dengan orang yang bicara tentang perzinahannya, tentang penipuannya bisa mempengaruhi hidup Anda," ucap Ustadz Khalid Basalamah.
Cerita-cerita buruk tersebut bisa pula membuat umat Islam terjerumus dalam dosa-dosa maksiat sebagaimana cerita yang didengar.
Sebab itu Nabi Muhammad SAW mengingatkan tentang kewaspadaan dalam berkawan.
Dalam sebuah hadits lainnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
"Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)
"Maka seseorang harus jeli melihat dengan siapa yang menjadi sahabat kita, apabila salah duduk dengan orang, bukan dengan orang beriman maka akan merusak iman Anda, jika Anda duduk dengan orang beriman akan bertambah keimanan Anda," urai Ustadz Khalid Basalamah.
Nabi Muhammad SAW bersabda yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, menggambarkan sebuah komunitas pertemanan yang baik dan buruk.
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Dari kedua jenis ini Rasulullah SAW menyebut pertemanan yang baik bak penjual minyak wangi, sedangkan pertemanan yang buruk seperti seorang pandai besi.
"Nabi SAW kemudian menjelaskan perumpamaan penjual minyak wangi berarti bisa saja dia memberikanmu minyak wangi, minimal tester, atau kau membeli minyak wangi itu dari dia, sementara pandai besi bisa saja membakar bajumu, atau mendapatkan bau busuk dari itu," terang Ustadz Khalid Basalamah.
Hal yang membahayakan ketika berteman dengan teman yang buruk atau salah, penglihatan, pendengaran, dan lisan terkoneksi dengan hati maka bisa membuat seseorang terpengaruh.
Seseorang yang mengucapkan kata-kata yang baik, berbobot, dan tahu pertanggungjawabannya kelak, atau orang yang asal berucap tidak mempedulikan baik atau buruk, sama-sama akan mempengaruhi dirinya dan orang lain.
Teman-teman buruk tersebut dapat menjerumuskan teman-teman lainnya ke arah kemaksiatan misalnya perzinahan, penipuan, dan lainnya.
"Pondasi keimanan sangat penting untuk pergaulan dan interaksi karena kita makhluk sosial maka harus hati-hati," tukas Ustadz Khalid Basalamah.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)
Apakah Nabi Muhammad SAW Memperingati Maulidnya? Begini Kata Buya Yahya |
![]() |
---|
Pandangan Islam Soal Hitungan Weton untuk Pernikahan Disampaikan Buya Yahya, Harus Sesuai Syariat |
![]() |
---|
Anjuran dan Hikmah Sholat Malam Dijabarkan Ustadz Khalid Basalamah, Bisa Diamalkan di Bulan Safar |
![]() |
---|
Amalan Puasa Ayyamul Bidh Digeser di Luar Tanggal Dipaparkan Buya Yahya, Berikut Jadwal Bulan Safar |
![]() |
---|
Cara Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT, Ustadz Abdul Somad : Iman dan Sabar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.