Ekonomi dan Bisnis

Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Percepat Pemenuhan Keperluan Daging Sapi di Kalsel

Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan gencar mempromosikan program dan produk di ajang Kalsel Expo 2023 di Banjarbaru.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Kepala Seksi Pemasaran dan Promosi Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Heri Purwanto, memperlihatkan hasil peternakan unggas di beberapa daerah dalam ajang Kalsel Expo di Lapangan Murdjani Kota Banjarbaru, Kamis (31/8/2023). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Salah satu stan di Kalsel Expo 2023 di Lapangan Murdjani Kota Banjarbaru yang termasuk aktif promosi produk adalah Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel).

Selain memberikan doorprize kepada pengunjung stan dengan menjawab kuis,  juga memberikan penjelasan seputar perkembangan usaha perkebunan dan peternakan di Kalsel.

Kepala Seksi Pemasaran dan Promosi DIsbunnak Kalsel, Heri Purwanto, mengatakan, pada pameran ini mereka menampilkan aneka produk ternak dan kebun.

Baca juga: Siswa SMAN 1 Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Belajar Keterampilan Usaha di Kalsel Expo 2023

"Saat ini untuk perunggasan, produknya  surplus baik ayam maupun petelur, bahkan sudah suplai ke Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara," jelasnya, Kamis (31/8/2023).

Ternak hewan berupa ayam pedaging maupun petelur juga sapi, banyak terdapat di Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, juga Kabupaten Hulu Sungai Utara untuk itik dan kerbau.

"Adapun sapi, kita masih kekurangan. Jadi, perlu untuk menambah ternak sapi agar tidak lagi tergantung pasokan sapi luar pulau," ujar Heri.

Baca juga: Kalsel Expo 2023 Ramai Dikunjungi, Target Transaksi Rp 10 Miliar

Dalam meningkatkan ternak sapi, juga dilakukan Program Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (Siska Ku Intip).

Program Siska Ku Intip berupa kerja sama perusahaan kelapa sawit dan peternak sapi, seperti halnya perusahaan inti dan plasma untuk membudidayakan ternak sapi.

Jadi, konsepnya, menempatkan dan mengusahakan sejumlah ternak tanpa mengurangi aktifitas dan produktifitas tanaman. 

Baca juga: Hadir di Kalsel Expo 2023, Disdag HST Pamerkan Produk Unggulan Ini

Integrasi ternak dengan tanaman perkebunan ini dilakukan dengan bertumpu pada pemanfaatan hasil samping perkebunan untuk pakan ternak serta pemanfaatan kotoran ternak untuk pupuk tanaman.

Siska Ku Intip menjadi program super prioritas dari Pemprov Kalsel yang diatur dalam Peraturan Gubernur No053 Tahun 2021 untuk percepatan swasembada sapi potong.

Program ini bertujuan untuk percepatan swasembada sapi potong tahun 2024.

Baca juga: Hadiri Kalsel Expo 2023, Wali Kota Banjarbaru Sebut Produk UMKM Banjarbaru Tembus Pasar Ekspor 

Mengingat, Kalsel sebagai pintu gerbang ibu kota negara baru.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved